Kamis, 28 Oktober 2010

Rahasia "tuk Aulia

“Hai aulia.”

“Hai wa.”

“Mau pulang?”

“Iya nih, lagi nunggu andin ya?”

“Iya, lu liat gak.”

“Tadi sih gue, lihat dia udah jalan keluar wa.”

“Oh ya udah. Pulang sendiri aja nih?”

“He’eh, kenapa mau nganteri gue pulang?” senyuman-nya itu kerap kali membuat ku salting

“Hehehehe, kalau mau mari gue anter?”

“Chanda kali wa, engga usah deh gue sendiri aja.”

“Kalau benaran juga gak apa-apa, gue anterin sampai depan pintu kamar lu.”

“Hahahaah maksud looooooo? Engga deh, nanti andin, cemburu lagi sama gue, lain kali mungkin boleh lah.”

“Cemburu? Ya engga lah, ada-ada aja lu.”

“hehhehe, ya udah. gue pulang dulu ya wa?”

“Ok. Hati-hati lu.”
“Yups”.

Gadis itu sedikit demi sedikit menghilang dari pandangan ku yang tertinggal hanya aroma parfum-nya yang sangat lembut. Selembut pemilik-nya.

Jujur aku s’lalu canggung setiap kali bertemu wajah dengan aulia. S’lalu saja seperti itu, tatapan mata-nya terkadang membuat dengkul ku terasa lemas. Ku akui aulia gadis yang cantik, wajar saja jika banyak lelaki yang suka pada-nya, termasuk aku.

Namun aulia? Tidak mungkin menyukai-ku.
Bisa-bisa gadis yang bernama aulia itu akan menjauhi ku jika dia tau aku menyukai-nya.

Huuuffffttt…………… ku menghela napas panjang. Saat ku menemui wajah ayu yang dimiliki oleh aulia itu datang dan hadir memenuhi ruang khayal-ku. apa yang terjadi ya? Jika aulia tau ku menyukai-nya.

“Kamu, pasti di gampar wa, gamparan yang dahsyat dengan sebuah buku yang memiliki 700 ratus halaman. Wah iso modar kowe wa.” kata andin dengan mimic wajah yang sedikit aneh.

“Kalau Cuma di gampar dengan buku setebal itu buat aku gak masalah. Sakit-nya gak ku fikirkan ndin. Tapi bagaimana jika bukan hal itu yang terjadi?”

“Lantas apa dunk?”

“Kalau aulia tau, terus dia menjauh dari aku. Itu yang aku fikirkan ndin.”

“hmm…… kalau begitu aulia tidak perlu tau. Bereskan? Dan sebenar-nya Fem itu banyak wa.”

“Kalau aku mau-nya aulia gemana?”

“Dewa, lu gak tau kan aulia itu belok atau tidak?”

“Memang tidak.”

“Nah itu dia masalah-nya nyet. Kita tidak tau aulia itu belok atau tidak? Menurut aku nih ya. Sebaik-nya aulia tidak perlu tau, kalau kamu itu suka sama dia. Dari pada dia tau terus menjauh dari kamu, kamu juga to sing susah?”

Ucapan andin ada benar-nya juga. Tapi mau sampai kapan aku menyembunyikan perasaan ini?









Huft………………………………………………………………

Tidak ada komentar:

Posting Komentar