Seperti biasa
Mereka saling mendesak..
Saling mendorong..
Dan menolak..
Kurasa mereka belum bisa berkerja sama
Mendingin khan dunia
Dari terik na mentari d siang hari..
Namun meskipun
Bagaimana pun ku tetap mencintai mereka
Karna mereka mampu bwt ku tersenyum dalam perih
Mw pun pedih..
Hujan..
Nama mereka
Adik dari sank gerimis
Anak dari sank petir
Namun ku tak menyukai petir
Dy bising, dy ricuh dan berantakan..
Seperti petasan yang menyala..
Gerimis..
Hujan..
Pertama kali mereka menyapaku
Ku tertawa, ku gembira..
Sampai detik ini
Ku masih bisa merasa khan sentujan mereka
Waktu it..
Dan malam ini
Mereka hadir kembali..
Semua Kisah Berawal Dari sebuah mimpi ... Ingin memiliki sebuah cinta it juga sebuah mimpi... Bertanyalah anda pada diri dan hati anda mimpi kah anda saat anda mengginginkhan sebuah cinta tanpa harus merasa luka karna berpisah... Dan bertanyalah anda pada jiwa anda Sudahkah Mimpi anda menjadi nyata saat jiwa anda segera menuju mati
Senin, 24 Oktober 2011
Rintihan Terakhir...
Dia seseorang gadis yang berusia 21tahun, dengan penampilan nya yang tomboy dan jutek sekaligus cuek dia dipanggil boy, atau Neb-Neb.
Gadis ini dikenal sangat jutek dan cuek tapi bagi yang sudah menggenalnya pasti tau kalau gadis tomboy ini sangatlah baik tapi kadang juga nyebelin, bukan kadang sih tapi memang sangat menyebalkhan, tapi juga ada sisi nyenenginnya kok.
Dan ternyata dibalik ketomboyan nya dia mempunya hati yang lembut dia begitu menyayangi ibunya, neneknya, dan satu lagi kekasihnya
Dia jutek tapi itu gadis juga sangat sabar
Sabar dalam menjalanin kisah hidupnya yang tak indah seperti kebanyakhan nya.
Mungkin ini salah satu sebab kenapa dia begitu terlihat cuek
Dan kadang terlihat angkuh dalam hidupnya, karna dia iri pada kehidupan orang lain yang dapat merasa ketenangan dan kenyamanan didalam rumahnya masng-masing, tapi Walaupun dia terkadang iri dia tidak pernah sedikitpun bertidak kurang ajar, mengusik atau tidak sopan pada kehidupan orang lain, karna baginya itu adalah garis tangan masing-masing
Dan mungkin ini garis tangannya yang harus dijalaninnya.
Baginya kehidupan itu layaknya seperti bara, panas dan dapat melepuhkhan tangan yang menggengamnya, hidup ini tak mudah untuk dijalanin apalagi jika tak pernah bertemu dengan keindahan
Maka semakin sakitlah jantung bagai teriris seribu pedang cleopatra dan hanya air mata yang menemani saat keindahan itu kian menjauh dari kita.
Apakah kehidupan itu, selain dari banyaknya pertanyaan-pertanyaan dengan jawaban-jawaban yang amat sedikit? Apakah kehidupan itu, jika hanya dalam sekejap, saat tubuh kita didera kelainan, kita pada akhirnya hanya mampu menerima tanpa mampu berbuat apa-apa lagi? Apakah kehidupan itu, selain dari hanya dapat menerima apa saja yang terjadi karena ketak-mampuan akal untuk mengubah kelemahan daging kita sendiri? Apakah kehidupan itu sesungguhnya? Sementara di luar sana, orang-orang bergerak dalam langkah yang bergegas-gegas untuk mengejar segala cita-cita dan hasrat mereka, terperangkap dalam tubuh yang didera penyakit, kita terpaksa harus menerima segala sesuatu yang dilakukan terhadap tubuh ini sekedar hanya untuk memperpanjang nafas kita saja?
Maka pada saat ia tau bahwa dirinya didera penyakit
Sebuah kangker yang bersarang diotaknya dia
Berusaha tetap tegar walau kadang kerapuhan menyiksanya
Dia coba bertahan bahkan saat sakit itu datang berjam-jam lamanya, menyiksanya dia masih sanggup membuat senyum dibibirnya
Walau senyuman itu terlihat getir.
Dan dengan tertawa dia pernah berkata bahwa dia takkan takluk dengan penyakitnya.
Namun saat dirinya terbaring lemah, ku bertanya
Diakah gadis itu yang dulu begitu ceria
Apakah dia gadis itu yang dulu mengalami keceriaan dalam hidupnya walaupun kehidupannya tak indah
Tapi dibuatnya seindah mungkin dengan caranya sendiri
Hilang segalanya tawanya, cerianya, semangatnya saat ini juga saat dia terbaring lemah tanpa mampu berbuat apapun.
Hanya beberapa bulan saja ku dapat melihat ketegarannya
Saat dia tau penyakitnya dan saat ini kelemahannya yang kulihat. Tubuh itu lemah sangat lemah, terlihat sangat lemah, sesekali ku mendengarnya menggumam akh………
Dan pada akhirnya ku sadar semuanya tak dapat lagi dihentikhan. Semuanya berjalan sesuai proses alam yang terjadi. Dan waktu hampir tiba baginya. Karna pada akhirnya, toh, kita akan mengalamin proses yang sama. Semuanya akan menuju kesana akhir, usai. . . .
Kumelihat mata gadis itu terpejam, namun dari sela-sela kelopak mata itu, mata yang tertutup itu, ku melihat mengalir tetesan air bening dan lembut. Dan ku kembali mendengar gadis ini bergumam, akhhh, terdengar sangat berlahan.aku mengira gadis ini ingin berkata sesuatu, namun ternyata tak mampu lagi dia menyampaikhannya sendiri. Apakah yang sedang gadis ini rasakhan? Apa yang sedang dia fikirkhan? Dan apa yang ingin dia katakhan? Dunia berlahan-lahan meninggalkhannya. Tapi aku merasakhan dia masih sadar, sadar dalam ketak mampuannya menceritakhan keada’annya. Dimanakah fikirannya saat ini? Sementara aku berdiri disampingnya, menggenggam tangannya, berbisik ditelinganya, memanggil namanya, tapi dia tak lagi berada bersamaku, gadis ini semakin jauh dariku, kian jauh dan jauh……
Ea allah, Mengapa gadis ini begitu lemah?
Gadis, yang sangat kuat dan mampu melawan apa saja tanpa mau merasa kalah……
Gadis, yang begitu angkuh menjalani kehidupan yang kau ciptakhan dan tiba pada akhirnya hanya bisa pasrah terbaring lemah tanpa mampu berbuat apa-apa lagi…….
Aku bergetar menyaksikhan dan memandangi wajah gadis ini. Tubuh yang begitu licah dan gesit dalam melonjati setiap coba’an. Tubuh yang tegas dan tegar saat menerima akibat setiap hal yang dia lakukhan. Tapi mengapa saat ini yang tersisa hanya tubuh yang lemah dan tak berdaya, bahkan untuk menggerakhan tangannya saja dia sudah tak mampu lagi. Dimanakah dia saat ini? Dimana?
Diluar sana aku mendengar suara riuk pikuk, percakapan orang-orang yang mungkin ku kenal atau tidak ku kenal. Tapi diruangan ini, hanya ada kesunyian berdiam diri, mengambang diudara bersama bau obat dan Klikan alat penyambung jiwa. Pada akhirnya kita semua akan bergelut dengan diri sendiri, dan pada akhirnya kita semua akan sendiri menghadapi diri kita. Aku yang tengah berada disisi gadis ini, merasa terpencil. Jauh dan sendiri. Dalam hati ku bicara sendiri dan bertanya sendiri namun tak satupun kutemukhan jawaban untuk setiap pertanya’an ku itu.
Ku kembali menggengam tangan gadis ini
Berbisik lagi, berkata lagi, meminta lagi agar dia tetap tabah menerima akhir yang tiba. Dan ku mulai mengeser tubuhku beranjak dari sisinya. Ku melangkah sendiri meninggalkan ruangan ini, dan melepaskhan piyama khusus yang berwarna hijau ini dan mengatukhan nya lagi pada tempat semula,lalu keluar. Dunia terlihat tak berubah. Namun aku merasa sangat sendiri, sendiri tanpa gadis itu, tanpa senyuman angkuhnya, tanpa kata” tajamnya, tanpa keusilan nya, ea aku mutlak sendiri, hanya sendiri.
Kesederhana'an Itu
Inilah enakhan na tinggal didesa, dimana udara na yang masih sangat segar, dan sejuk sekali.
Pagi dihiasi oleh butiran embun yang begitu indah, menyentuh dedaunan dan rerumputan
Aku merasa sangat nyaman dengan keadakan ini.
Dikota ku jarang mendapatkhan hal seperti ini,
karna kota dimana tempat ku berasal dan tempat ku tinggal
sebenar na, sudah tercemah oleh asap-asap kendara'an sangat lah kotor.
Belum lagi aliran sungai yang s'lalu tersumbat karna sampah-sampah yang
sengaja dibuang kesungai itu
Yang akhir na berakibat buruk, karna hal itu dapat mengudang datang na banjir.
Sangat lah jauh beda dengan desa ini, desa ini sangat sejuk dan udara na begitu segar.
Belum lagi sungai dan kali-kali kecil na.
Begitu jernih dan bersih, dan dingin seperti air yang baru keluar dari mesin pendingin.
Dan aku tidak merasa dirugikhan jika aku diminta
Berlama-lama didesa ini.
Karna desa ini sangat lah indah dan nyama.
Para penduduk na juga sangat ramah-ramah dan begitu welcome pada pendatang baru didesa ini.
Aku yang baru tiga hari didesa ini,
Merasa begitu sangat menikmati keindahan desa ini
desa ini lumayan jauh dari kota malang
Butuh waktu 2 sampai 3 jam 'tuk sampai dikota malang.
Dan kepala sekolah tempat ku mengajar
Meminta ku 'tuk pindah kedesa ini
Ku tidak tw dalam jangka waktu yang lama tw sebentar
Yang pasti aku 'kan menjalani na dulu.
Dan pagi ini, aku 'kan mengajar anak-anak desa ini.
Disebuah sekolah yang keada'an na lumayan
Memperihatin khan.
Namun walaupun keada'an sekolah seperti itu,
anak-anak ini sama sekali tidak lah merasa malu atw bermales-malesan ria mengikuti
Pelajaran disekolah ini.
Namun sebalik na, mereka sangatlah bersemangat sekali
Pagi-pagi sudah tiba disekolah.
Para murid-murid yang cewek menyapu halaman sekolah,
mereka berbagi tugas, sebagian menyapu halaman,
sebagian lagi meyiramin bunga-bunga yang ada diperkarangan sekolah.
Yang sengaja ditanam agar perkarangan sekolah ini tetap terlihat hidup dan penuh keindahan
Walaupun dinding-dinding na sudah tidak lagi terlihat bersih seperti sekolah lain na, karna cat tembok it sedikit demi sedikit mulai terkelupas dan terlihat lah wajah asli dinding-dinding itu,
yang terbwt dari batako, semen dan pasir
Terlihat pasir it seperti longsor jika tersentuh oleh kita.
Dan murid-murid cowok na membersikhan papan tulis ada juga yang membantu
mengankat air 'tuk menyiramin tanaman tersebut
Begitulah kegiatan murid-murid disekolah ini setiap pagi na.
Tiba saat lonceng berbunyi mereka pun bergegas memasuki kelas na masing-masing dan duduk dibangku na.
Pagi ini ku mengajar dijam pertama
ku mengajar dikelas 6.
Karna jam pertama pagi ini adalah jurusan ku
Yaitu bahasa indonesia.
Kebanyakhan orang tidak menyukai bahasa indonesia
Karna bagi mereka bahasa indonesia mereka sudah benar
Sebenar na semua itu belum lah bisa dibilang benar.
Aku saja masih merasa butuh belajar karna pengatahuan ku tentang bahasa indonesia bwt ku masihlah kurang.
"Pagi anak-anak."
"Pagi bu."
"Bagaimana keada'an Kalian Pagi Ini?,
Masih Memiliki semangatkan 'tuk Mengikuti pelajaran Ibu."
"Masih bu." Jawab mereka lagi bersama-sama.
"Bagus klw begitu. Hari ini ibu
'kan membahas tentang bagaimana cara na menghargai orang lain
dengan cara menghargai diri kita terlebih dahulu."
Smua murid ku pagi ini masih sama seperti beberapa hari yang lalu
Masih tekun dan sangat antusias mendengarkhan penerangan dariku.
"Ada yang tw bagaimana cara menghargai diri sendiri?
Dan berlanjut dengan menghargai orang lain."
Aku bertanya dan berharap ada yang tw
dan bersedia memberikhan ilmu na pada teman-teman na yang ada diruangan ini.
Dan semenit kemudian seorang murid cewek mengangkat jari na sebagai tanda bahwa dy bersedia menjawab pertanya'an dariku.
"Menghargai diri sendiri, dengan menyayangi diri kita,
baru menyayangi orang lain.
menjaga diri kita terlebih dahulu baru kita menjaga diri orang lain yang kita kasihi."
Aku merasa puas dengan jawaban muridku itu.
Aku akui murid ku yang satu ini memang pintar dan sangat teladan.
Aku yakin anak ini bisa menjadi kebangga'an orang tua na
Dan ku berharap begitu juga yang lain na.
Menjadi kebanga'an keluarga masing-masing, dan esok saat dy dewasa dy mampu membantu menolong kesusahan yang terjadi dalam keluarga na.
Dan belajar dengan sungguh-sungguh, tanpa ada sedikitpun niat 'tuk
Bermain-main.
Karna hidup didesa ini sungguh lah dan sangat-sangat Sederhana sekali.
Bersyukurlah bagi orang-orang yang dapat
hidup enak diluar sana bisa merasakhan enak na bermain-main ditime zone
Namun anak-anak desa ini cukup dengan bermain lompat karet
Mereka sudah bahagia.
Diluar sana anak-anak remaja menghabiskhan waktu malam minggu dengan berpakaian serba sexy dan melakukhan hal yang tak pantas.
Namun remaja desa ini mengaji atw membantu ibu na dirumah membwt kue 'tuk dijual mereka sudah cukup bahagia karna bisa berada disamping ibu na
Dan merasakhan kasih ibu, karna bukan keindahan malam yang dy butuh khan esok hari.
Dan diluar sana anak remaja lain na menghabiskhan waktu dengan berbalap liar
Namun didesa ini mereka membantu ayah na memperbaiki jala yang rusak agar bisa dipakai lagi, dan dapat menangkap ikan.
Dengan ini mereka sudah bahagia karna mencari makan 'tuk hidup sangat lah susah.
'Tuk itu mereka mensyukuri yang ada tanpa mw bertingkah tw neko-neko dalam hidup mereka
Karna mereka menyadari bahwa smua yang ada hanyalah titipan
'Tuk it bersyukur lah dengan yang tanpa harus menuntut yang lain.
Aku banyak belajar dari penduduk desa ini, dan kehidupan yang ada didesa ini.
Ku banyak mendapat ilmu.
Dan ini dapat ku jadikhan pegangan dalam hidupku
Bahwa aku harus bersyukur dengan apa yang t'lah ku dapatkhan.
dan mensyukuri dengan apa yang diciptakhan tuhan 'tuk ku.
dan menjadi seorang guruyang giat dan tekun mengajari murid-murid na
karna menjadi seorang itu juga menyenangkhan.
dan menjadi pahlawan tanpa jasa it juga suatu hal yang membahagian khan diri sendiri.
tanpa harus mendapat imbalan atw suapan 'tuk mendapatkhan hal-hal yang lebih.
Cukup dengan mensyukuri yang ada dan
berterima kasih pada sang maha kuasa atas nikmat dan segala rahmat yang ada.
Pagi dihiasi oleh butiran embun yang begitu indah, menyentuh dedaunan dan rerumputan
Aku merasa sangat nyaman dengan keadakan ini.
Dikota ku jarang mendapatkhan hal seperti ini,
karna kota dimana tempat ku berasal dan tempat ku tinggal
sebenar na, sudah tercemah oleh asap-asap kendara'an sangat lah kotor.
Belum lagi aliran sungai yang s'lalu tersumbat karna sampah-sampah yang
sengaja dibuang kesungai itu
Yang akhir na berakibat buruk, karna hal itu dapat mengudang datang na banjir.
Sangat lah jauh beda dengan desa ini, desa ini sangat sejuk dan udara na begitu segar.
Belum lagi sungai dan kali-kali kecil na.
Begitu jernih dan bersih, dan dingin seperti air yang baru keluar dari mesin pendingin.
Dan aku tidak merasa dirugikhan jika aku diminta
Berlama-lama didesa ini.
Karna desa ini sangat lah indah dan nyama.
Para penduduk na juga sangat ramah-ramah dan begitu welcome pada pendatang baru didesa ini.
Aku yang baru tiga hari didesa ini,
Merasa begitu sangat menikmati keindahan desa ini
desa ini lumayan jauh dari kota malang
Butuh waktu 2 sampai 3 jam 'tuk sampai dikota malang.
Dan kepala sekolah tempat ku mengajar
Meminta ku 'tuk pindah kedesa ini
Ku tidak tw dalam jangka waktu yang lama tw sebentar
Yang pasti aku 'kan menjalani na dulu.
Dan pagi ini, aku 'kan mengajar anak-anak desa ini.
Disebuah sekolah yang keada'an na lumayan
Memperihatin khan.
Namun walaupun keada'an sekolah seperti itu,
anak-anak ini sama sekali tidak lah merasa malu atw bermales-malesan ria mengikuti
Pelajaran disekolah ini.
Namun sebalik na, mereka sangatlah bersemangat sekali
Pagi-pagi sudah tiba disekolah.
Para murid-murid yang cewek menyapu halaman sekolah,
mereka berbagi tugas, sebagian menyapu halaman,
sebagian lagi meyiramin bunga-bunga yang ada diperkarangan sekolah.
Yang sengaja ditanam agar perkarangan sekolah ini tetap terlihat hidup dan penuh keindahan
Walaupun dinding-dinding na sudah tidak lagi terlihat bersih seperti sekolah lain na, karna cat tembok it sedikit demi sedikit mulai terkelupas dan terlihat lah wajah asli dinding-dinding itu,
yang terbwt dari batako, semen dan pasir
Terlihat pasir it seperti longsor jika tersentuh oleh kita.
Dan murid-murid cowok na membersikhan papan tulis ada juga yang membantu
mengankat air 'tuk menyiramin tanaman tersebut
Begitulah kegiatan murid-murid disekolah ini setiap pagi na.
Tiba saat lonceng berbunyi mereka pun bergegas memasuki kelas na masing-masing dan duduk dibangku na.
Pagi ini ku mengajar dijam pertama
ku mengajar dikelas 6.
Karna jam pertama pagi ini adalah jurusan ku
Yaitu bahasa indonesia.
Kebanyakhan orang tidak menyukai bahasa indonesia
Karna bagi mereka bahasa indonesia mereka sudah benar
Sebenar na semua itu belum lah bisa dibilang benar.
Aku saja masih merasa butuh belajar karna pengatahuan ku tentang bahasa indonesia bwt ku masihlah kurang.
"Pagi anak-anak."
"Pagi bu."
"Bagaimana keada'an Kalian Pagi Ini?,
Masih Memiliki semangatkan 'tuk Mengikuti pelajaran Ibu."
"Masih bu." Jawab mereka lagi bersama-sama.
"Bagus klw begitu. Hari ini ibu
'kan membahas tentang bagaimana cara na menghargai orang lain
dengan cara menghargai diri kita terlebih dahulu."
Smua murid ku pagi ini masih sama seperti beberapa hari yang lalu
Masih tekun dan sangat antusias mendengarkhan penerangan dariku.
"Ada yang tw bagaimana cara menghargai diri sendiri?
Dan berlanjut dengan menghargai orang lain."
Aku bertanya dan berharap ada yang tw
dan bersedia memberikhan ilmu na pada teman-teman na yang ada diruangan ini.
Dan semenit kemudian seorang murid cewek mengangkat jari na sebagai tanda bahwa dy bersedia menjawab pertanya'an dariku.
"Menghargai diri sendiri, dengan menyayangi diri kita,
baru menyayangi orang lain.
menjaga diri kita terlebih dahulu baru kita menjaga diri orang lain yang kita kasihi."
Aku merasa puas dengan jawaban muridku itu.
Aku akui murid ku yang satu ini memang pintar dan sangat teladan.
Aku yakin anak ini bisa menjadi kebangga'an orang tua na
Dan ku berharap begitu juga yang lain na.
Menjadi kebanga'an keluarga masing-masing, dan esok saat dy dewasa dy mampu membantu menolong kesusahan yang terjadi dalam keluarga na.
Dan belajar dengan sungguh-sungguh, tanpa ada sedikitpun niat 'tuk
Bermain-main.
Karna hidup didesa ini sungguh lah dan sangat-sangat Sederhana sekali.
Bersyukurlah bagi orang-orang yang dapat
hidup enak diluar sana bisa merasakhan enak na bermain-main ditime zone
Namun anak-anak desa ini cukup dengan bermain lompat karet
Mereka sudah bahagia.
Diluar sana anak-anak remaja menghabiskhan waktu malam minggu dengan berpakaian serba sexy dan melakukhan hal yang tak pantas.
Namun remaja desa ini mengaji atw membantu ibu na dirumah membwt kue 'tuk dijual mereka sudah cukup bahagia karna bisa berada disamping ibu na
Dan merasakhan kasih ibu, karna bukan keindahan malam yang dy butuh khan esok hari.
Dan diluar sana anak remaja lain na menghabiskhan waktu dengan berbalap liar
Namun didesa ini mereka membantu ayah na memperbaiki jala yang rusak agar bisa dipakai lagi, dan dapat menangkap ikan.
Dengan ini mereka sudah bahagia karna mencari makan 'tuk hidup sangat lah susah.
'Tuk itu mereka mensyukuri yang ada tanpa mw bertingkah tw neko-neko dalam hidup mereka
Karna mereka menyadari bahwa smua yang ada hanyalah titipan
'Tuk it bersyukur lah dengan yang tanpa harus menuntut yang lain.
Aku banyak belajar dari penduduk desa ini, dan kehidupan yang ada didesa ini.
Ku banyak mendapat ilmu.
Dan ini dapat ku jadikhan pegangan dalam hidupku
Bahwa aku harus bersyukur dengan apa yang t'lah ku dapatkhan.
dan mensyukuri dengan apa yang diciptakhan tuhan 'tuk ku.
dan menjadi seorang guruyang giat dan tekun mengajari murid-murid na
karna menjadi seorang itu juga menyenangkhan.
dan menjadi pahlawan tanpa jasa it juga suatu hal yang membahagian khan diri sendiri.
tanpa harus mendapat imbalan atw suapan 'tuk mendapatkhan hal-hal yang lebih.
Cukup dengan mensyukuri yang ada dan
berterima kasih pada sang maha kuasa atas nikmat dan segala rahmat yang ada.
Rabu, 28 September 2011
Catatan Kecil
Dan sebuah realita yang keras harus siap kita terima saat dy datang secara tiba-tiba tanpa ada na aba-aba..
Manusia terkadang merasa dipermainkan oleh jalan hidupna sendiri
Yang tak tentu arah dan tujuan saat dy merasa sepi sendiri.
Dan saat keada’an itu utuh hanya sendiri tanpa kekasih dan teman atau sahabat dalam hari-hari maka datanglah sang iblis dunia meracuni seluruh isi yang ada dalam otak dan fikiran kita.
Mati..
berjalan kedapur hampirin sebilah pisau lalu menorehkan na keurat nadi..
Dan darah bercucuran dimana-mana..
Merah..
putih pun tak ada lagi..
Rapuh..
Ketika sesuatu yang terindah hilang dari pandangan na
Lenyap tanpa sisa dan rasa
Maka sendiri lagi yang menyiksa dan seperti yang tak waras hilang kendali dan emosi yang merajai..
Dan cinta..
Sebuah perasa’an yang hanya ada untuk sesaat dalam hidup manusia yang hanya memberi indah pada awal na saja
Tengah dan akhir..?
hancur tanpa ada na keindahan yang tersisa..
apakah itu keindah yang ada dalam hidup anda..?
dan apakah realita ini yang harus kita terima dalam setiap langkah yang ada..?
Kamis, 22 September 2011
Normal Mw pun Tak Normal ( Jangan Mencaci)
Perjalanan hidup semakin tua
Manusia masih saja suka dan sibuk mengurusi kehidupan orang lain..
Tak berkaca sudahkah hidup na benar?
Terlalu sering saia melihat
Si cantik menjatuhkhan si jelek..
Si kaya menginjak-injak si miskin..
Kenormalan menghina ketidak normalan
Tak sadarkah hidup na d dunia hanya sesaat
Dan semua yang d miliki hanyalah sebuah titipan..
S'lalu saja memonopoli kehidupan orang
Menguasai hak orang lain..
Mereka mw pun kami dan saia..
Mencintai wanita it hak mereka..
Hak kami..
Hak saia..
Mereka mw pun kami dan saia
Memank wanita yang tak normal..
Namun ketidak normalan it tak seharus na
Kalian caci..
Terkadang si normal berbangga diri
Dengan tingkah na yg suka berganti lelaki..
Mampu memikat lelaki mana saja yang dia mw..
Menguras habis isi dompet para pria dewasa
Yang sudah memiliki anak lebih dari satu
Menjual diri demi segepok lembaran seratus ribu..
Tak pernah kami menghina it
Tak pernah kami mengusik apa yang d lakukan si normal..
Karna kami pun tw it bukan mw kalian..
Namun garis tangan telah tertulis maka it yang d jalani
Begitu pula kami..
Bukankah sebenarna manusia memiliki dunia na masing"
Satu manusia memiliki satu dunia
Bukankah it sudah adil..
Lalu mengapa mengusik dunia orang lain..
Melempar fitnah..
Melempar kata" busuk..
Bukankah terlihat bahwa kaum wanita
Seperti mereka mw pun kami dan saia
Lebih baik dari pada si normal..
*Jika kalian yang normal bisa memuji diri
Maka kami yang tak normal pun juga bisa memuji diri*
Kami mencintai wanita
Namun kami tetap memiliki iman..
Iman 'tuk tidak tergoda oleh rayuan wanita lain..
Iman 'tuk ttp menjaga hati wanita kami..
Kami lebih setia
*jika kalian yang normal bisa membangga diri
Dengan kata. Setia,
Maka kami pun juga bisa membangga diri dengan kata Setia*
Dari pada kalian yang mengakui normal lebih baik
Dari pada kami yang tidak normal..
Kami mencintai wanita
Namun kami tetap menjalankan Perintah Agama
Shalat it d trima tw tdak oleh sang Maha Kuasa
It Urusan Sang Kuasa..
Yang penting kami t'lah menjalankhan
Perintah na..
Kalian yang normal jangan shalat menginjakkhan kaki d sebuah mesjid saja
Seperti na kaki it berat melangkah..
Kami tw tidak semua yang begitu
Tidak semua kenormalan begitu..
Begitu juga kami..
Tidak semua dari kaum kami yang bejad
Dan bukankah sebenar na sesama manusia tidak d haruskan
Salink menghina..
Namun d haruskan saling menyayangi..
Tapi jika kalian yang normal
Merasa jijik dengan yang tak normal
Maka kamipun tak memaksa kalian tuk berteman dengan kami..
Namun jangan pernah menghina,,
Memfitnah,,
Dan mencaci..
..
Semua manusia sama d mata sang Kuasa..
Dan
Si cantik tidak seharus na menjatuhkhan si jelek..
Si kaya tidak seharus na menginjak-injak si miskin..
Kenormalan tidak seharus na menghina ketidak normalan..
Salah dan dosa kami
Yang berhak menghakimi hanya sang PenCipta..
Kalian yang mangakui normal lebih baik
Dari pada kami yang tak normal kalian sama dengan kami hanya manusia biasa..
Maka janganlah mengusik hidup mereka mw pun kami dan saia..
Jalanin dan benahi hidup kalian masing"..
Karna kami yang tak normal ini
Juga menjalani dan membenahi hidup kami
Masing"..
Tanpa mengusik hidup kalian yang normal
Dan hidup orang lain..
Minggu, 15 Mei 2011
Kembali Na Cinta Nadila
Masalalu benar-benar datang kembali mengusik ku.
Menghantui ku lagi..
Tangisan it terjadi lagi..
Sakit it benar-benar berdarah lagi..
Sakit menggingat mengapa difa sama sekali tak perduli
Dengan kesakitan ku dulu.
Mengapa menggabaikhan ku saat ku dalam kesakitan..
Mengapa..?
Dan kini difa hadir lagi..
Menyapa ku lagi..
Menggingatkhan ku lagi..
Bahwa difa sebenar na yang ku butuhkhan..
Bukan orang lain..
"Nad..
Kamu ingat difa ea..?". Tanya Esha, sambil memberikhan secangkir kopi dan sepiring gorengan.
"Ea sha, tadi difa sms aku, dy ngajak aku ketemuan lagi."
"Terus? Kamu terima? Kamu mw ketemu difa?"
"Aku g' tw sha, ini udah yang ketiga kali na dy memohon padaku, agar ku mw menemui dy."
"Tanya hati kamu, niat g' nemui dy.?"
"Aku bingung. Aku merindukhan na, ingin menemui na, namun ku takut pertemuan it menyakitkhan lagi."
"Kamu harus tegas nad, temui dan lawan sakit it."
"Inginku begitu tapi ku takut, ku tak sanggup. Menurut mu bagaimana?"
"Manusia it berhak mendapat khan kesempatan kedua. Kurasa tak ada salah na, namun jika it membwt sakit aku tidak 'kan mengijinkhan mu."
"Ea sha, difa memang berharap mendapat kesempatan kedua."
"Jadi kamu setuju 'tuk menemui na? Tapi jika ragu sebaik na jangan nad."
"Aku belum tw. Nanti ku fikirkhan lagi sha."
Senja sore it begitu indah.
Awan berwarna jingga hiasi dunia..
Nadila dan esha
Memandangi awan-awan it menikmati indah na sore ini, d temani secangkir kopi dan sepiring pisang goreng.
Angin sore it seperti alunan musik yang lembut dan sejuk
* * *
Hari ini adalah hari yang d tentukhan oleh difa.
Jam 4 sore ini difa 'kan menunggu nadila d taman kota
Dan nadila belum memberikhan jawaban IYA Atau TIDAK 'tuk Difa.
Jika nadila, hanya diam dan diam kasihan juga difa, harus menunggu na
Berjam-jam..
Nadila, tidak mw membwt difa menunggu.
Setelah Satu Jam Nadila, berfikir akhir na nadila, menjawab IYA.
IYA dy 'kan menemui difa.
Sebuah Pesan Singkat pun dikirim nadila 'tuk Difa.
Dan nadila pun segera bersiap-siap 'tuk Menemui difa, sore Ini.
* * *
Selanjut na..
"Hai.." Sapa nadila, ternyata difa sudah menunggu duluan d taman ini
"Hai, makasih ea udah mw datang."
"Ea sama-sama fa."
"Gemana keada'an kamu, sekarang."
"Hmmm seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja tanpa kamu."
"Syukurlah jika memang begitu, aku senang mendengar na."
"Terus maksud kamu ngajak aku ketemuan 'tuk apa.?"
"Maksud ku meminta mu datang kesini karna ada yang mw aku omongi."
"Oh ea? Apa it.? Katakhan saja sekarang."
"Sebelum na aku mw minta mav atas sikap yang t'lah menyakitimu, dan meninggalkhan mu saat kamu membutuhkhan ku."
"Hal it sudah ku lupakhan, dan aku juga t'lah memav khan mu,sebelum perminta'an it kau sampai khan."
"Terimakasih, namun aku tw kau berdusta, aku tw kau masih sakit dengan kelakuan ku. Dan Membenciku pasti na."
"Sama-sama, tapi aku tidak berdusta. Dan aku tak merasa sakit lagi, tidak juga membencimu."
"Apapun it hanya hatimu yang tw nad."
Nadila hanya diam, mendengar kalimat yang d ucapkhan difa.
Dan hanya menunduk, benar-benar diam tanpa kata.
"Nad, boleh ku lihat luka mu it."
"Sebaik na tidak usah."
"Tapi ku ingin melihat na." Paksa difa.
"Ea, lihat lah."
Difa pun mendekati nadila.
Lalu difa, berjongkok d hadapan nadila, memandangi bekas luka yang ada d kaki nadila.
"Nad, boleh ku melakukhan sesuatu."
"Lakukhan lah jika sesuatu yang ingin kau lakukhan it tak merugikhan ku."
"Tentu saja tidak sayank."
Sayank? Dalam hati nadila menggulang kata-kata it.
Sudah lama nadila tak mendengar kata-kata sayang it, baik dari bibir difa mw pun dari orang lain.
Jujur nadila merindukhan kata-kata manja it hadir 'tuk na.
"Ea lakukhan lah jika memang tak merugikhan ku."
Difa yang mendapat ijin dari nad, lalu menyentuh luka it.
Wajah difa, terlihat miris dan sedih melihat luja it.
Difa, mendekat khan wajah na keluka it, lalu bibir na menyentuh luka it, mencium luka it.
"Mavkhan aku, mavkhan atas terabai na kesakitan mu ini, ku mohon berikhan aku kesempatan 'tuk menggobati lukamu, juga luka hatimu, ku mohon kembali padaku, ku sadari smua, smua ini bahwa memank cuma kamu yang terbaik 'tuk ku, ku mohon berikhan aku kesempatan it nad." Ucap difa, dan menggenggam jemari nadila.
Tanpa disadari oleh nadila, tetesan mungil yang bening menggalir dari sela-sela mata indah na.
Genggaman tangan difa dijemari nadila terasa begitu erat, sorot mata difa, memancarkhan kesungguhan, ketulusan, keseriusan 'tuk memperbaiki segala kesalahan yang ada.
"Jawab aku nad, jangan diam. Jujur padaku,katakhan padaku, bahwa kamu sebenar na masih menyayangiku, dan mengginginkhan hal sama dengan ku. Keinginan 'tuk memperbaiki hubungan kita yang pernah kandas karna kebodohan ku yang memilih wanita yang salah dan meninggalkhan mu."
Namun nad, masih saja diam, walaupun benar yang dikatakhan difa, klw nad, memang menyayangi difa, masih sangat mencintai difa, namun nad, ragu. Maka yang hadir hanya sebuah kebisuan dari nad.
"Nad, ku mohon jawab aku, katakhan nad, klw kamu masih sayang aku, jangan bohongi hati kamu. Ku ingin kita bersama lagi, ku 'kan bukti khan bahwa ku sungguh-sungguh, tidak hanya sekedar kata. Jawab aku nad."
Air mata nad, semakin deras menggalir dan selalu berhenti ditepi bibir na.
Difa yang menyaksikhan hal it, difa yang melihat tetesan bening it menghiasi wajah na, berusaha menghentikhan na, dengan menyentuh tepi mata na, menghapus sisa air mata dengan jari-jari na.
"Nad, mengap air mata it menghiasi wajah mu?, apakhan kata-kata ku menyakitimu? Atw kamu merasakhan sakit it kembali menggerogoti hatimu? Nad, berikhan ku kepercayamu lagi, 'kan ku bukti khan segala na, bahwa aku buka lagi butchy yang bejad 'tuk mu. Tak 'kan lagi meninggalkhan mu. Ku mohon nad."
Nadila, menggangkat wajah na yang sedari tadi menunduk, dan mata na beradu dengan mata difa, dan tatapan it terlihat sayu.
Bibir nad, bergetar seperti terserang hawa dingin, namun sebenar na tidak, it terjadi karna nad, menahan apa yang ingin ia sampaikhan, namun terasa sesak jika ditahan berlama-lama dilaci hati na.
"Fa, aku memang masih menyayangimu dan sangat mencintaimu. Dan semua it juga menyiksaku apabila ku kangen sama kamu. Ku mencoba melawan sakit it sendiri tanpa ada na kamu, tanpa cinta kamu. Ku juga menyadari tak bisa ku menyalahkhan mu begini, karna ku juga mengakui salahku. Salah ku yang terlalu sering menyakitimu, melukaimu, mungkin it tak terhitung, mungkin karna it juga kamu meninggalkhan ku, karna jenuh dengan sikap ku, muak dengan sakit yang selalu ku beri padamu." Kata-kata nad, terhenti sejenak karna tangis na mulai terisak.
"Hanya satu yang kusesalkhan mengapa saat ku benar-benar membutuhkhan mu kamu, malah pergi dariku, it yang membwt sakit ku teramat sakit. namun sekali lagi ku sadari it smua juga karna egoisan ku, kesalahan ku yang berkali-kali menyakiti mu, yang bwt kamu berlalu dariku dan berlabuh dihati yang lain."
"Nad, apapun it salah mu, ku tak menyimpan dendam nad, sama sekali tidak. Hal it terjadi karna memank kebodohan ku yang terlalu bodoh, namun kali ini ku mw perbaiki smua na. Salah mu salah ku, ku mw kita perbaiki bersama, dan menjaga jangan ada lagi kesalahan it diantara kita. Ku sungguh-sungguh nad, sangat sungguh-sungguh nad." Sekali lagi genggaman it terasa begitu erat dan hangat d jemari nad.kali ini genggaman it dibalas oleh nad, apakah it sebuah tanda klw nad, menerima difa lagi..?
"Nad, aku sayang kamu, sangat nad." Difa, bangun dari jongkok na, lalu dengan tubuh yang sedikit membungkuk difa menyentuh wajah na dengan kedua tangan na lalu mengecup lembut kening nad. Difa, tidak perduli dengan keramean taman sore it, dengan tatapan orang-orang pada na dan nad. Karna bagi difa, ini dunia difa, dan mereka ada didunia mereka, maka hak masing-masing dan berkuasalha d dunia masing-masing tanpa mengusik dunia lain.
"Kembali padaku nad, aku membutuhkhanmu, membutuhkhan kasih sayang dan perhatian mu. Hatiku merindukhan chanda tawa mu, hari-hariku merindukhan warna warni senyuman manismu, kembalilah padaku nad, ku mohon." Difa mengulirkhan tangan na, menunggu sambutan dari tangan nadila.
"Fa, ku takut."
"Nad, percaya padaku, 'kan ku buktikhan bahwa sungguh, tidakhan lagi menyia-yiakhan kamu, dan 'kan ku jaga hubungan kita."
"Tapi tetap saja ku takut, takut kehilangan mu lagi fa."
"Nad, aku janji bahwa kamu tidak 'kan prnah kehlangan aku lagi."
Mata mereka kembali beradu, nad mencari sesutu dari tatapan mata it, mata difa.
Mencari kejujuran benar kejujuran bukan hanya sekedar kata manis yang diucap difa.
Dan sebuah cahaya ketulusan ditemukhan nadila, dan kejujuran.
Namun tetap saja nadila masih merasa takut, takut kehilangan difa, karna nadila tak 'kan siap menerima kesakitan it lagi.
"Fa, boleh ku minta sesuatu."
"Apa sayank?"
"Peluk aku, peluk aku yang erat."
Difa, tersenyum mendengar perminta'an nadila. Difa pun memeluk erat tubuh nadila, sangat erat.
"Fa, aku sayang kamu, aku takut kehilangan kamu, janji padaku, bahwa kamu tidak 'kan meninggalkhan ku lagi fa."
"Aku janji sayang, aku tidak akan meninggalkhan mu lagi nad. Karna aku juga merasa sakit karna perbwtan ku sendiri. Kali ini ku 'kan buktikhan bahwa ku benar-benar sangay menyayangimu. Dan ku 'kan memulai na lagi dari awal."
"Jangan lagi fa, jangan lagi tinggalin aku, karna aku g' mw it terjadi lagi fa, aku g' kuat nahan sakit it sendiri fa."
"Nad, saat ini ku ada didekat mu, kamu g' 'kan lagi sendiri, aku 'kan menemani kamu mulai saat ini, s'lalu. Karna ku juga tak ingin kehilangan kamu lagi nad."
Nad, meremas kuat genggaman tangan difa, seolah-olah nad, takut terjatuh lagi dalam sebuah jurang yang menyakit khan, dengan remasan it nad, merasa berpegang pada sebuah pilar yang kokoh dan menyakind khan diri bahwa ia tak 'kan lagi terjatuh.
Dalam pelukhan difa, nadila masih menangis, menangis karna bahagia karna mampu merasakhan hangat dekapan wanita yang ia cintai.
Dalam pelukhan difa, sebuah harapan tersimpan begitu indah dalam laci hati nadila.
Harapan yang indah.
Berharap hubungan ini 'kan menjadi indah..
Indah tanpa noda lagi..
Dan berharap s'lama na begini..
*ketika hatiku kembali padamu..
Ketika tubuh mampu mendekapmu..
Ku meminta padamu jangan lagi kau
Tinggalkhan ku..
Jika it terjadi kembali pada kisah ini
Lebih baik ku tak lagi menyatu dengan bumi..*
Tragedi Singkat Nadila
Sebuah hubungan it 'kan hancur jika kita tak pandai-pandai menjaga na..
Ibarat sebuah cermin ia 'kan terlihat kusam jika tak pandai
Merawat na..
Seperti kisah cintaku dengan mantan wanitaku
sebut saja dy difa.
Setahun ku menjalani kisah cinta terlarang it dengan na
Seminggu setelah peraya'an happy annyversarry kami
Kisah it tertutup rapat..
Ku tak tw apa awal dari kehancuran ini
Dy berubah sedikit dingin padaku, acuh dan cuek..
Disaat ku terbaring sakit pun dy tak perduli..
Hari it ku mendapat sebuah musibah..
Kecelaka'an kecil menghantam ku..
Ku terbaring sakit
Disebuah rumah sakit yang ada dikota Udang siang it..
Bagian tangan dan kakiku sedikit memar..
Dan bagian kepalaku mendapat 6 jahitan..
Dalam keada'an sakit seperti ini
Ku ingin wanitaku ada d sampingku, namun dy tak ada
Jangan khan melihatku, bertanya tentang keada'an ku saja dy tak berniat
Seperti na..
Dan saat teman-teman ku datang kerumah Sakit, mereka yang tak tega melihatku berbaring kesakitan..
Mereka mencoba menghubungi Difa, karna mereka tau yang ku butuh khan saat ini adalah sebuah perhatian dari seorang Difa..
Namun Difa tetep cuek dan tak perduli padaku...
Lalu sebulan setelah kecelaka'an it
Ku mendapat kabar wanitaku it telah menjadi milik wanita lain
Sakit sekali rasa na..
Ku yang begitu mencintai na, dan menyayangina
Dengan mudah
Dy hancurkhan dengan sekejap saja perasa'an ku it..
Selama sebulan ku merasa sakit
D sekujur tubuhku
Tanpa perhatian dari na sama sekali tidak ada
Kupikir dy sibuk dengan kuliah na
Namun ternyata salah..
Dy sibuk dengan wanita lain na..
Ku salah apa?
Ku merawang mencari kesalahan ku
Namun tak ku dapati
Bukan ku tak mw d salahkhan namun benar ku merasa tak punya salah..
Karna mungkin yang ada hanya lah sebuah salah faham..
Dan Yang ku ingat waktu it
Ku memang bertengkar dengan na lewat via telpon
Dy yang marah padaku
Karna ada seorang butchy yang mengodaku
Sebut saja Rakha
Namun ku tak tergoda oleh butchy tersebut..
Lalu dy jg marah padaku saat dy tw
Ku saling berbalas Wall lewat via Facebook
Dengan orang terdekat Rakha..
Orang it adalah kakak na Rakha
Hanya it..
Dy murka padaku
Dan ku tersadar,
Ku mengerti klw sebenar na dy memang sengaja mencari-cari celah kesalahanku..
Ku kecewa
Jika memang tak lagi ada rasa
Mengapa tak jujur saja,,?
Mengapa harus melukaiku..?
Singkat cerita
Sore it ku bertemu dengan na
Pertemuan it seperti pertemuan yg pertama kali
Ku bertemu dengannya, dalam kondisi Yang masih belum sembuh total..
Luka kecelakaan ku saja masih belum mengering dengan sempurna ..
Tak ada kata d awal, tak ada suara pembuka.
Hening..
Sampai akhir na keheningan it terpecah khan oleh suara na..
"Mav khan aku.". Kata na tertunduk..
"Kenapa menyakitiku..? Mengapa tak jujur saja..? Jika memang,
Kamu sudah bosan padaku..?"
"Mav khan aku, ku tw aku salah, tapi ku manusia biasa yang tak dapat luput dari goda'an."
"Kamu jahat, kamu udah nyakiti aku.. Cm mav yg dapat kamu katakhan, it g' cukup,
It g' bisa nyembuhi sakit aku.."
"Ea ku tw, aku jahat, aku butchy bejad, dan hanya kata it yang punya."
"Lalu 'tuk apa pertemuan ini, 'tuk apa?"
"Pertemuan ini pertemuan terakhir. Mav khan aku sekali lagi.
Ku mohon jika memang kamu mencintai aku, biarkhan aku bahagia dengan wanita it,
bukannya kamu 'kan bahagia jika melihat ku bahagia.. Pliss ikhlasin aku dengannya''
Aku terkejut dengan kata-kata na, mendengar na seperti mendengar ledakhan bom
Yang tepat meledak d gendang telinga ku, sakit, perih dan nyeri.
Ea tuhan terbwt dari apa hati wanita ini, wanita yg kucintai ini?
Mengapa mudah bibir na berkata seperti it..?
Tanpa memikirkhan perasa'an ku
Tanpa perduli 'kan kondisi ku..
Orang yang selama ini ku kenal dengan baik, dia yang ku kenal selama
Setahun ini bisa berkata sedemikian menggores hati aku..
Kuat khan aku ea Tuhan...
"Kamu dalam keada'an sadar khan? Tidak sedang mabuk."
"Mengapa berkata begitu? Aku sadar, aku tidak mabuk."
"Jika memang kamu sadar, sadarkah kata-kata mu it menambah sakitku."
"Ea aku tw, ini menyakit khanmu, tapi bukan kah lebih baik?
It bs membwtmu benci padaku, dengan begitu kamu juga dapat melupakhan ku."
"Tidak semudah it, hatiku bukan hati yang terbwt dari batu, tidak seperti hatimu."
"Sudahlah, lupakhan aku, aku hanya butchy yang bejat dan tak ada hati, ku tak pantas 'tuk mu."
Kata-kata na semakin menyakit khan, ku benar-benar kecewa, benci pun singgah dalam hatiku
Benci it 'tuk na, aku membenci na tapi ku juga menyayangi na..
ku bayangkhan sulit na hari yang 'kan ku lewat selama 2bulan ini tanpa hadir na..
Air mata ini s'lalu saja menetes setiap kali ku menggingat diri na.
Rindu 'kan chanda tawa na
Sangat menyiksa ku.
"Nadila..
Sampai kapan kamu mw begini? Terus-terusan terpuruk dalam kesakitan masa lalumu..?"
it kata teman ku, yang saat ini ada denganku, d dalam kamar ku.
"Aku tak tw, mw sampai kapan..
Bayangan it, kenangan it selalu datang menyapaku.."
"Nad..
Sadar dunk, difa bukan butchy yang baik 'tuk mu, jika memang dy tulus tak 'kan ada kesakita ini. Toh d sana pasti na dy sedang bersenang-senang lalu mengapa kamu mw menjadi bodoh? Terus-terusan begini?"
"Aku belum siap 'tuk bangkit..
Perlu waktu 'tuk menyebuhkhan luka ini. Dan it tak mudah."
"Aku tw, it tak mudah, namun ku yakin kamu bisa jika kamu berniat 'tuk kembali bangkit."
Esha benar, aku bisa bangkit lagi jika ku mempunyai niat 'tuk it.
Bukan na menghabiskhan waktu berhari-hari hanya dengan duduk diam d kamar.
"Aku mw kita ngumpul lagi seperti biasa, bersama anak-anak yang lain dan kamu kembali riang, tidak seperti ini."
"Ea sha, makasih udah kasih aku semangat it."
"It udah kewajiban aku, kamu it sahabat aku, sudah sepantas na ku. Melakukhan it."
Aku tersenyum melihat sahabatku it, dy begitu perhatian padaku, hanya dy yang setia menemani ku, dan saat ku menagis dy siap memberikhan bahu na padaku. Dan baju na 'tuk ku jadikhan lap jika hidungku hendak memuntahkhan cairan kental
Ehehehehehhhh..
Waktu berjalan, berputar begitu cepat, kusadari ku mulai terbiasa jalani smua na tanpa Difa, sudah tak begitu terfikirkhan olehku..
Karna benar kata Esha, d sana dy tertawa mengapa aku harus bersedih..?
Dan difa mungkin memang bukan yang terbaik.
Dan malam ini
Aku dan Esha serta teman-teman yang lain, teman-teman sesama tak normal
Alias Lines 'kan berkumpul d sebuah cafe..
Kopdar maksud na..
Jam 7 aku harus sudah stay by krn Esha 'kan menjemput ku lewat setengah jam,
Karna acara it 'kan d mulai jam 9 dan perjalanan kami menuju tempat it lumayan memakan waktu belasan menit. Tadi na ku menolak ikut, karna tempat yang d janjikhan adalah tempat pertemuan ku dengan Difa dulu, pertemuan terakhir.
Mungkin it benar pertemuan terakhir karna setelah hari it ku tak pernah lagi melihat Difa.
Karna it ku menolak ikut, namun esha bilang harus berani dan jangan mw terpuruk lagi, makana ku putuskhan ku setuju 'tuk ikut, dan siap d jemput oleh Esha, malam ini.
Tepat jam 9 ku dan Esha sampai d tempat it.
Berkeliling sebentar mencari lapak yang kosong, 'tuk mobil na.
Dan lapak it d temukhan semenit kemudian, lalu aku dan Esha, bersama'an keluar dari mobil na
Dan melangkah pun bersama menuju kedalam cafe.
Kami terlihat seperti pasangan.
Karna Esha malam ini menggandeng tangan ku.
Esha adalah seorang lines berlabel Andro Butchy..
Dan aku yang berlabel Fem, pasti na yang belum menggenal kami 'kan menggira Esha adalah kekasihku.
Tapi kenyata'an na tidak begitu, Esha hanya sahabatku.
* * *
Malam ini d tempat ini
Ku bertemu dengan puluhan orang, namun yang Lines hanya ada belasan seperti na
It pun hanya beberapa yang ku kenal yang lain na tidak..
Tak kenal berati harus kenalan.
Tapi esha kenal dengan mereka semua, dan esha menggenalkhan ku
Dengan teman na yang malam ini 'kan menjadi teman ku, teman baru.
Kami semua berchanda tertawa, terlihat dari raut wajah mereka kalau malam ini semua na bahagia.
Tak ada yang bersedih termasuk aku sendiri.
Namun kebahagia it seperti na tak begitu senang
berpihak padaku
Mengapa,,?
Karna baru saja ku merasa bahagia dengan hadir na orang-orang baru dalam hidupku
Kesakitan yang d masalalu datang kembali mengusik ku, dan luka it pun berdarah kembali.
"Difa.."
Empat huruf it keluar dari bibir ku.
Mendengar nama it, esha mengikuti arah pandangan ku.
Difa, difa ada d sini, mengapa dy ada d sini, tanya ku dalam hati.
Jantung ku berdetak begitu cepat, ku benar-benar tidak menyangka kalau malam ini 'kan bertemu lagi dengan na setelah 4 bulan lebih ku tak mendapat kabar tentang na,
dan pertemuan yang bukan lah pertemuan yang terakhir.
karna kali ini pertemuan it terulangi kembali.
pertemuan yang kembali menyayat luka ku dan darah na mengalir deras
Merembet keseluruh ruang d hatiku.
Ku ingin keluar dari cafe ini, namun esha yang menyadari 'kan keinginan ku it, dy memegang erat jemari ku, dan esha juga mengirim pesan via messange keHand Phoneku yanh isi na.
"Jangan Lari, Hadapi Masalalu it Dengan Senyum Barumu Dan Warna Harimu yang Baru tunjukhan Hitam tak Lagi Hiasi Harimu."
Selesai membaca Messange it, ku kembali duduk dengan tawa dan chanda
Walaupun sedikit datar karna pandangan it merusak mood ku.
" Nad, Kenal sama difa?" Tanya salah seorang teman baruku.
Sebut saja dy algha
"Hmm.. Kenal.. Kenapa gha?
"Engga, tadi gw dengar lu nyebut nama difa, kebetulan difa, 'kan bergabung dengan kita."
"Oh begitu, ea g' apa-apa, dy Gf kamu?"
"Ea g' lah, dy mantan na teman aku, kasian dy, d tinggalin sama teman aku, saat dy sedang terpuruk begitu dalam, dy butuh hiburan jadi gw ajak aja kesini."
"Karma." Esha nyeletuk pedas.
"Hah? Apa na karma sha.?
"It judul lagu gha."
"Akh g' nyambung lu sha."
Aku terkekeh melihat raut wajah esha dan algha.
Tapi ku mengerti maksud esha, karma bagi difa, it maksud esha.
Karna dulu difa, meninggalkhan ku saat ku sedang dalam kesakitan yang parah dan sangat membutuhkhan kehadiran na
Namun dy memilih wanita lain dan meninggalkhan ku.
Dan kali ini hal it terjadi pada na.
"Hai gha, mav gw telat. Tadi macet." Suara it menyadarkhan ku dari lamunan.
Saat ku mencari arah suara it,
Ea tuhan jantung ku berdetak lebih keras lagi
Saat mata ku bertemu dengan mata it, mata diffa.
"Nadila.". Difa menyebut khan nama ku.
"Hai fa." Jawab ku tenang, sebenar na tidak begitu kenyata'an.
Dadaku terasa sesak menahan air mata, saat melihat dan berjabat tangan dengan difa. Semua benar-benar kembali, semua na kembali menyayat hati.
Kenapa harus ku bertemu dengan na, kenapa?
Hal ini membwt ku kembali merasakhan sakit, ku mohon hentikhan ini ea tuhan.
Ku memang masih menyayangi difa, namun luka ini terlalu dalam susah payah ku membalut luka ini seorang diri, kenapa saat ini luka it kembali berdarah lagi.
"Nad, kita pulang yuk." Ajak esha, ternyata esha mengerti
'Kan hal yang ku inginkhan.
"Lho koq pulang esha, kita khan baru d sini.". Ucap cheky, cheky adalah teman dekat esha
"Ea sha, koq pulang." Sambung algha.
"Gw sama nadila juga punya janji yang lain, jadi kudu bagi waktu juga gha. Dan lu mw bareng gw g' ky?"
"Ea dah gw ikut dah sekalian." Jawab cheky.
"Ea udah kalau gitu yuk." Ajak esha.
Aku hanya diam tak lagi bicara, ku benar tak bs menahan lebih lama lagi, ku tak mw menangis d sini.
Berpamitan pulang saja esha yanng ambil alih, aku dan cheky jalan d depan esha.
Tapi saat ku sampai d depan mobil esha, sebuah suara yang ku kenal memanggil, dan langkah ku pun terhenti.
"Nad, bisa bicara sebentar.?" pinta difa
"Mav fa, kita buru", esha yang menjawab dan menuntut ku masuk kemobil na, kali ini cheky yang ambil alih mengemudi.
"Sha, esha gw tw lu marah sama gw, karna udah nyakiti nad, tapi kasih gw waktu sedikit aja bwt ngomonk sama nadila." lagi-lagi." difa meminta
"Mav fa, gw g' mw liat nad sedih lagi, cukup fa, jangan bwt dy sedih lagi dengan hal ini mav."
Aku hanya diam dan diam, esha yang mengerti aku. Ku biarkhan dy menghadapi difa.
Obrolan singkat it berakhir saat cheky menjalankhan mobil esha, dan difa? Tertinggal d parkiran it.
Aku duduk sendiri d belakang pengemudi
D depan ku ada cheky dan esha, mereka saling bergantian menoleh kebelakang, melihat ku apakah ku menagis atau tidak.
"Ky, lu koq g' bilang kalau difa bakalan ikutan kopdar?"
"Gw aja g' tw, sumpah gw g' tw sha, klw gw tw gw pasti laporan ke lu. Gw juga g' mw kali nad kayak gene, gw aja kaget tadi."
"Algha, pasti algha. Tapi kita g' bisa nyalahi algha, karna algha g' tw apa-apa tentang nad dan difa."
Cheky hanya mengangguk-angguk khan kepala saja seperti burung kutilang,
Dan aku masih saja bungkam.
Kediaman ku it membwt ku tak sadar bahwa sudah setengah jam lebih ku terdiam dan mobil eshaternyata t'lah berhenti dengan sempurna dari tadi d depan rumah ku.
"Sha kamu sama cheky jangan pulang ea? Temani aq?"
Cheky dan esha saling berpandangan dan secara bersama'an mereka berdua menganggukhan kepala bersama-sama.
lalu kami bertiga duduk besama d teras rumah ku.
Mereka berdua begitu bersemangat ingin membwt ku tertawa namun ku tak bisa tertawa yang ada air mata ku mengalir tanpa jeda.
"Nad, lu g' apa" khan?" Tanya cheky.
" Sini gw peluk." Kata esha
Ku menatap mereka berdua.
Ku melihat pancaran kesedihan dari mata mereka, mungkin mereka merasa apa yang ku rasa.
" ky, sha, aku g' apa-apa, aku baik-baik aja koq. Hanya ingin sedikit mengurangi beban hati dengan menangis, ku merasa sedikit lega dan tenang. Kejadian tadi memang membwt ku kembali down, tapi hanya sedikit saja, percaya sama aku.
Aku kuat koq, aku bisa melawan it. Kehadiran difa malam ini mungkin 'kan kembali menghantui ku lagi. Namun ku udah siap 'tuk hadapi hal it, jujur ku memang masih menyayangi difa, namun ku tak mudah bwt ku membuka hati ini 'tuk dy lagi, jika sewaktu-waktu dy kembali dan meminta ku mengisi hari-hari na lagi."
"Ship.. It baru sahabat gw." Kata cheky
Dan esha tersenyum sambil memberikhan kedua jempol na padaku.
"Bukan kah jika dy memang jodoh ku, pasti waktu it 'kan datang kembali, tapi tidak 'tuk kali ini, ku belum siap karna ku tak mw jatuh 'tuk yg kedua kali."
Kedua mahkluk edan it hanya angguk-angguk kepala sedari tadi
dan dihiasi dengan senyum d bibir mereka masing-masing.
Ku yakin setelah malam ini, aku pasti 'kan kembali d hantu bayang-bayang difa, dan kenangan bersama na.
Namun ku harus kuat hadapi na, ku tak boleh lagi meneteskhan air mata.
Ku harus kuat dan tegar melawan kesakitan dari masalalu.
Walaupun it tak mudah namun ku harus bisa.
Karna jika hari-hari ku hanya terisi dengan isak tangis ku sendiri sama hal na ku membiarkhan masalalu it menyakiti ku lagi
Dan jika malam-malam ku terhiasi dengan mimpi-mimpi masalalu yang mungkin 'kan menikam ku lagi sama hal na ku membiarkhan luka ku berdarah lagi.
Ku tak 'kan menjadi bodoh lagi, ku 'kan belajar menjadi tegar dan dewasa
Dalam melewati bayangan masa lalu it.
Karna ku tak ingin lagi rasa sakit dan perih it kembali menggerongoti semangatku
Karna ku ingin menjadi wanita yang kuat dan tegar dalam menghadapi
Lika liku kehidupan
Dan perjalan cinta kaum lines yang lain na pasti juga begitu
ada jatuh dan bangun..
kejatuhan yang ada kali ini menipaku
namun ku harus tetap tegar
Dan wajib belajar menjadi wanita dewasa yang tegar.
"Selamat datang masalalu..
Ku 'kan melawanmu dengan senyum ku..
dan tangisku tak lagi ada 'tu mu."
Langganan:
Postingan (Atom)


