Inilah enakhan na tinggal didesa, dimana udara na yang masih sangat segar, dan sejuk sekali.
Pagi dihiasi oleh butiran embun yang begitu indah, menyentuh dedaunan dan rerumputan
Aku merasa sangat nyaman dengan keadakan ini.
Dikota ku jarang mendapatkhan hal seperti ini,
karna kota dimana tempat ku berasal dan tempat ku tinggal
sebenar na, sudah tercemah oleh asap-asap kendara'an sangat lah kotor.
Belum lagi aliran sungai yang s'lalu tersumbat karna sampah-sampah yang
sengaja dibuang kesungai itu
Yang akhir na berakibat buruk, karna hal itu dapat mengudang datang na banjir.
Sangat lah jauh beda dengan desa ini, desa ini sangat sejuk dan udara na begitu segar.
Belum lagi sungai dan kali-kali kecil na.
Begitu jernih dan bersih, dan dingin seperti air yang baru keluar dari mesin pendingin.
Dan aku tidak merasa dirugikhan jika aku diminta
Berlama-lama didesa ini.
Karna desa ini sangat lah indah dan nyama.
Para penduduk na juga sangat ramah-ramah dan begitu welcome pada pendatang baru didesa ini.
Aku yang baru tiga hari didesa ini,
Merasa begitu sangat menikmati keindahan desa ini
desa ini lumayan jauh dari kota malang
Butuh waktu 2 sampai 3 jam 'tuk sampai dikota malang.
Dan kepala sekolah tempat ku mengajar
Meminta ku 'tuk pindah kedesa ini
Ku tidak tw dalam jangka waktu yang lama tw sebentar
Yang pasti aku 'kan menjalani na dulu.
Dan pagi ini, aku 'kan mengajar anak-anak desa ini.
Disebuah sekolah yang keada'an na lumayan
Memperihatin khan.
Namun walaupun keada'an sekolah seperti itu,
anak-anak ini sama sekali tidak lah merasa malu atw bermales-malesan ria mengikuti
Pelajaran disekolah ini.
Namun sebalik na, mereka sangatlah bersemangat sekali
Pagi-pagi sudah tiba disekolah.
Para murid-murid yang cewek menyapu halaman sekolah,
mereka berbagi tugas, sebagian menyapu halaman,
sebagian lagi meyiramin bunga-bunga yang ada diperkarangan sekolah.
Yang sengaja ditanam agar perkarangan sekolah ini tetap terlihat hidup dan penuh keindahan
Walaupun dinding-dinding na sudah tidak lagi terlihat bersih seperti sekolah lain na, karna cat tembok it sedikit demi sedikit mulai terkelupas dan terlihat lah wajah asli dinding-dinding itu,
yang terbwt dari batako, semen dan pasir
Terlihat pasir it seperti longsor jika tersentuh oleh kita.
Dan murid-murid cowok na membersikhan papan tulis ada juga yang membantu
mengankat air 'tuk menyiramin tanaman tersebut
Begitulah kegiatan murid-murid disekolah ini setiap pagi na.
Tiba saat lonceng berbunyi mereka pun bergegas memasuki kelas na masing-masing dan duduk dibangku na.
Pagi ini ku mengajar dijam pertama
ku mengajar dikelas 6.
Karna jam pertama pagi ini adalah jurusan ku
Yaitu bahasa indonesia.
Kebanyakhan orang tidak menyukai bahasa indonesia
Karna bagi mereka bahasa indonesia mereka sudah benar
Sebenar na semua itu belum lah bisa dibilang benar.
Aku saja masih merasa butuh belajar karna pengatahuan ku tentang bahasa indonesia bwt ku masihlah kurang.
"Pagi anak-anak."
"Pagi bu."
"Bagaimana keada'an Kalian Pagi Ini?,
Masih Memiliki semangatkan 'tuk Mengikuti pelajaran Ibu."
"Masih bu." Jawab mereka lagi bersama-sama.
"Bagus klw begitu. Hari ini ibu
'kan membahas tentang bagaimana cara na menghargai orang lain
dengan cara menghargai diri kita terlebih dahulu."
Smua murid ku pagi ini masih sama seperti beberapa hari yang lalu
Masih tekun dan sangat antusias mendengarkhan penerangan dariku.
"Ada yang tw bagaimana cara menghargai diri sendiri?
Dan berlanjut dengan menghargai orang lain."
Aku bertanya dan berharap ada yang tw
dan bersedia memberikhan ilmu na pada teman-teman na yang ada diruangan ini.
Dan semenit kemudian seorang murid cewek mengangkat jari na sebagai tanda bahwa dy bersedia menjawab pertanya'an dariku.
"Menghargai diri sendiri, dengan menyayangi diri kita,
baru menyayangi orang lain.
menjaga diri kita terlebih dahulu baru kita menjaga diri orang lain yang kita kasihi."
Aku merasa puas dengan jawaban muridku itu.
Aku akui murid ku yang satu ini memang pintar dan sangat teladan.
Aku yakin anak ini bisa menjadi kebangga'an orang tua na
Dan ku berharap begitu juga yang lain na.
Menjadi kebanga'an keluarga masing-masing, dan esok saat dy dewasa dy mampu membantu menolong kesusahan yang terjadi dalam keluarga na.
Dan belajar dengan sungguh-sungguh, tanpa ada sedikitpun niat 'tuk
Bermain-main.
Karna hidup didesa ini sungguh lah dan sangat-sangat Sederhana sekali.
Bersyukurlah bagi orang-orang yang dapat
hidup enak diluar sana bisa merasakhan enak na bermain-main ditime zone
Namun anak-anak desa ini cukup dengan bermain lompat karet
Mereka sudah bahagia.
Diluar sana anak-anak remaja menghabiskhan waktu malam minggu dengan berpakaian serba sexy dan melakukhan hal yang tak pantas.
Namun remaja desa ini mengaji atw membantu ibu na dirumah membwt kue 'tuk dijual mereka sudah cukup bahagia karna bisa berada disamping ibu na
Dan merasakhan kasih ibu, karna bukan keindahan malam yang dy butuh khan esok hari.
Dan diluar sana anak remaja lain na menghabiskhan waktu dengan berbalap liar
Namun didesa ini mereka membantu ayah na memperbaiki jala yang rusak agar bisa dipakai lagi, dan dapat menangkap ikan.
Dengan ini mereka sudah bahagia karna mencari makan 'tuk hidup sangat lah susah.
'Tuk itu mereka mensyukuri yang ada tanpa mw bertingkah tw neko-neko dalam hidup mereka
Karna mereka menyadari bahwa smua yang ada hanyalah titipan
'Tuk it bersyukur lah dengan yang tanpa harus menuntut yang lain.
Aku banyak belajar dari penduduk desa ini, dan kehidupan yang ada didesa ini.
Ku banyak mendapat ilmu.
Dan ini dapat ku jadikhan pegangan dalam hidupku
Bahwa aku harus bersyukur dengan apa yang t'lah ku dapatkhan.
dan mensyukuri dengan apa yang diciptakhan tuhan 'tuk ku.
dan menjadi seorang guruyang giat dan tekun mengajari murid-murid na
karna menjadi seorang itu juga menyenangkhan.
dan menjadi pahlawan tanpa jasa it juga suatu hal yang membahagian khan diri sendiri.
tanpa harus mendapat imbalan atw suapan 'tuk mendapatkhan hal-hal yang lebih.
Cukup dengan mensyukuri yang ada dan
berterima kasih pada sang maha kuasa atas nikmat dan segala rahmat yang ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar