Rabu, 08 Februari 2012

Mimpi Yang Tertunda

Manis'na
Jogyakarta

Jogjakarta mnjadi mimpi q sejak kisah cinta q tersandung dgn restu orang tua. menjauh bukan untuk lari dari tanggung jawab tapi karna ingin kbahagiaan bersama seorang yg tercinta.

Saat ku injakan kaki di kota ini suasana hangat mnyesakan, kota ini memang bukan kota sejuk spt bogor tempat q berasal, tapi khangatan itu mncerminkan kbebasan q yang skian lama q nantikan.
Q langkah kan kaki ku kluar dari stasiun KA kota jogjakarta mncari taksi dan mminta mngantarkan aq mnuju bandara kota ini.mnjemput nya tuk mlengkapi kbhagiaan q dan bersamanya adalah tujuan q berada di kota ini.sesampainya q di bandara, q mnunggu pesawat dari pekanbaru mndarat dengan hati yg bdebar keras q terus mnunggu.suara pengeras tdengar mberitahukan pndaratn sebuah maskapai penerbangan dari kota Pekan baru mnuju Surabaya yg transit di kota ini hati q serasa makin bdebar kras karna belahan hati ku sdah dekat dengan q.tak lbih dari 15 mnit q melihatnya keluar dari EXIT DOOR. Berdiri q terpaku melihatnya berjalan kearah q dengan penampilannya yang kian kelaki-lakian sambil tersenyum mnatap q yang mungkin saat itu pucat pasi. Ku berlari kearahnya meraih tangannya mnjatuhkan kepala ku di pelukannya.tangis ku tak tertahan kan tak pernah kusangka tiba juga saat q bisa bertemunya lagi stelah terpisah oleh jarak dan waktu.
"udah ah nangis nya kan aq udah ada disini sayang, malu atuh di lihat orang"ucapnya sambil mngelus air mata q dan mngecup kening q
"he'eh q snenk tau, qmu mah ga ngerti"ucapku merengek manja padanya
"kamu. . senenk nangis sdih nangis kaya film india az"ucapnya mnggodaku
"masa??? cari mam nyok dari stasiun tadi q lum mam loh"ajak q karna prut q sudah tersa lapar
"ya udah qmu mau mam apa?"
"hmmm apa yah"aq berfikir"gudeg az, qta kan harus biasakan lidah qta dengan makanan di kota ini"lanjutku
"dasar kamu bisa az, ya udah ayo kamu yg tentuin tempatna"
Q pun mnunjukan tempat yang kulihat saat tadi q mnunggunya, ia pun setuju.
"qta kemana setelah ini?" tnyanya kepada q yang masih asyik mnikmati es teh manis di tengah terik na kota jogjakarta
" ke tempat koz yang kmarin qta pesan dunk kmana lagi?" jawab q dengan entengnya. Semua ini memang sudah tersusun rapi karena sebelum kami mncari koz mlalui iklan dg mnghubungi bbrapa contak person dari list. q temukan beberapa lokasi yang strategis tapi kami mpunyai 3 pilihan yang baiknya kami liat satu persatu
"ini masih pagi kita check in dulu y ntar sore adem2an baru kita liat kost na pa kamu ga mau rest dulu?" tanyanya
"ya udah q ikut kamu sayang"
lagi_lagi dengan taksi kami menyusuri jalanan kota ini bukan bmaksud bermewah-mewah tapi karna kami blum tau betul jalanan kota ini dari pada nyasar lebih baik cari aman.
hotel melati yang kami ambil tak jauh darimalioboro karna kost2n ang sdh kami booking pun letak na tak jauh dari situ. di dalam kamar itu kami mluapakan krinduan yang kian lama terpndam bukannya istirahat tapi kami asyik petting saling bcumbu dan memeluk. hingga peluh mmbasah tubuh dan kami pun terlelap tdur dalam plukan kbahagiaan , air mata ku mengalir bahagia mnanti keadaan ini.
pukul 3 sore setelah mandi kami bergegas kluar dari kamaar mnuju 3 alamat kost yang kami pesan setelah melihat ketiganya lkami pun memilih kostan yang ketiga karna suasana nya lebih asri, pemiliknya pun ramah dan klihatn friendly kami mbayar penuh untuk satu bulan kedepan sekalian di coba terlebih dulu. tempat ini pun terbilang lebih murah di banding yang lain karena dengan harga yang sama kamisudah mndapat kasur dan lemari pakaian kecil di dalamnya.
keesokaan harinya kami mninggalkan hotel tepat pukul 9.30 mnuju tempat tinggal baru kami. di kamar ini lah aku dan didith akan memulai hidup baru. lepas dari blenggu orang tua yang tdak bisa mnerima khadiran kami sebagai sepasang lesbian. Kumemilih mninggalkan ibu ku dan smua fasilitas yg di berikan oleh suami ku demi seorang didith. Dia pun demikian mninggalkan kekangan orang tua na yang sampai saat ini tidak mngetahui keadaannya sebagai seorang tomboy. ini hidup baru aq dan didith masa lalu biar mnjadi cambukan agar esok kami bisa mwujudkan hidup yang lebih baik dibandingkan bersama kluarga kami masing-masing. esok jika ku berhasil hanya satu keinginanku,mbuktikan pada keluarga ku bila ddith pun bisa mberikan kbahagiaan itu kepada ku. AMIEN
di kota ini kami mpunyai beberapa knalan teman dari dunia maya yang kami harap bisa membantu kami memulai hidup baru. bukan secara materil, karena untuk modal kami sudah mempersiapkan itu tapi yang kami butuhkan saat ini adalah support dari teman-teman senasib para lesbian.
didith mndapatkan pekerjaan dari salah satu teman kami, sebuah toko onderdil kendaraan bermotor ternama di kota jogja,sebagai seorang yg me'manage kluar masuk barang,karena dy mpunyai keahlian komputer yg memang sdang di prlukan.sedang aku meminta support dari kampus ku yang memiliki cabang di kota ini untuk pekerjaan yang sesuai dengan jurusan ku sewaktu kuliah.
tak terasa tiga bulan sudah kami mnjalani semua ini dengan penghasilan yang bisa dibilang dapat memopang biaya hidup kami berdua, untuk smentara ini kami sdah bersukur, karna bukan harta yang kami cari melainkan ketenangan bersama. Di satu akhir pekan belokers jogja mnundang kami ke sebuah private party bagi para lesbian tentu saja ku ingin mbuatnya bangga berpasangan dengan ku. Kutau dia tidak suka perempuan dengan riasan yang berlebihan dan akupun berdandan simple tapi elegan. Ku berhasil membuatnya terpaku mntap ku lekat
"cantik banget sie, bund" ucapnya padaku "tau deh disana nanti bakalan banyak tomboy"lanjutnya sambil mengacak rambut ku yang tertata rapih
"duh panda ampuun deh, cantik salah gembel-an salah bund teh harus gimana atuh? denger ya panda sayank bund kaya gini cuma buat panda, biar semua orang iri sama panda punya istri secantik aq, ia tak?" jawabku sambil mngecup bibirnya. dy langsung mmeluk ku kuat mnciumi kuduk q dan kami pun mnyempatkan untuk bercinta sebelum pergi.
waktu berlalu hidup tak kan bisa semulus yang di bayangkan, orang bijak berkarta kita tak kan bisa mndapatkan kebahagiaan bila kita belum mnjalani kesusahan. dan di tahun pertama kami di jogja adalah masa pailit kami.Kontrak q di perusahaan ini habis dan aku mncoba mlamar kebeberapa tempat tapi belum juga ada panggilan. dan tak selang berapa lama didith dikeluarkan dari pekerjaannya dengan tuduhan pemalsuan pembukuan. dengan simpanan yang kami sisihkan dari penghasilan semasa bekerja kami terus bertahan dengan mncari pkerjaan baru. dengan ijazah ku yang hanya D2 q harus bersaing dengan sarjana untuk merebutkan pekerjaan baru. sedangkan didith dengan nama baik nya yang sudah tercoreng sulit untuk mndapatkan pekerjaan baru.
"sabar ya sayang. ." ucap didith di ujung pagi saat kami tak jua bisa terlelap tidur
"ia sayang kamu juga yang tabah ya karna cobaan ini beratnya di kamu, karna kamu harus mpertanggung jawabkan pa yang tidak kamu perbuat, buat ku putus kontrak itu wajar" jawab ku mndukung na
" sudahlah sayang jagoan kan kalah duluan guraunya" kami pun tertawa padahal di benak q terbayang uang simpanan yang makin mnipis setelah 2 bulan kami menggaur bersama.
waktu yang kami gunakan selama mnggur hanya lah untuk mncari pekerjaan baru dan didith yang mngajari aq masak, selain itun memasak sendiri bisa mengirit pngeluaran kami untuk makan.
TUhan tidak pernah terpejam aq percayaitu, di sabtu pagi seseorang datang ke kamar kost kami, Gyan namanya soerang gay yg bekerja untuk kak' uchie mantan bos nya didith di toko onderdil dulu.
" askum, rumpiii. . lo b2 ya kaga ada matinya mesraaaa mulu jealous gw nek liat na!!!"
"eh 'Gy masuk yuk tumben lu kesini, sejak gw dipecat ka'uchie anak-anak mnjauh smua dari gue,trmasuk lu jahat banget sie lu" kata didith q mnghabur ke belakang untuk mnyiapkan minuman untuk tamu bawel satu ini
"justru itu gw datang kesini nek. . ntar malem ada private party di villa na ka'uchie lu datng ya , lu di undang langsung sama kakak . lu ma bini lu wajib datang kalo kaga si kaka marah ma lu katanya" kata gyan nyerocos
"pan emang dari dulu dy marah ma gue?dy kaga percaya ma pembukuan yang gw buat dan bilang gw korupsi n sgala macem?"jawab didith cuek, dari nadanya sepertinya dy sdikit tersinggung dengan segala fitnahan yang di tujukan kepadanya
" dah lu jangan banyak cingcong deh, poko na si kk mau lu datang tar malem ke villa ini " sambil mnyodorkan sebuah undangan berwarna hitam.
"gw tanya bini gue dulu ya 'gy. ."
"ia nie rumpii ya bini lu ada tamu kaga di sediain minum"
" apa sie 'gy orangg kaya lu mah kaga gw kasih minum tzr gw siram lu pake air cucian"ucap q sambil mbawakannya nampan berisi minuman dingin
"bund kak ucie ngundang kita datang k'acaranya tar malem, kamu mau datang?"
"ih panda kuq tanya bunda sey? bunda mah ikut pa kata panda, mank apa yang bikin panda ga yakin ikut acara ini?" tanya ku mnyelidik isi hati suami wanita q ini
" panda malu, ato panda takut di malu-maluin?"lanjutku dy tetap diam sedangkan 'gyan sdang mnelpon seseorang di dekat tempat ia memarkirkan motornya persis di depan kamr
"ga tau ga yakin aja bund. ." hanya itu yang kluar dari mulutnya
"bund boleh ambil keputusan sendiri?yg pasti bunda mau yang terbaik untuk kita berdua"tanya ku seraya memberi penjelasan kepadanya
dy hanya mengguk q pun kluar bicara pada gyan dan ia pun berpamitan lalu pergi
" kita pergi ke acara itu jam 7 , tadi gyan nawarin jemput tapi ku tolak"ucap ku padanya yg msih diam
"kenapa kamu mau datang?" tanyanya
" karna ku tau panda ga salah dan bund mau mperbaiki nama baik panda itu aja"
didith memeluk ku erat
"panda sayang bunda"bisiknya
"bund juga sayang panda"
malamnya kami datang ke tempat yang tercantum di undangan kami tiba disana jam 7.45 sdh bnyak para belokers berseliwaran, banyak wajah-wajah yang tidak kami kenal dan kak ucie selaku yang punya acara datang mnyalami kami.
dy mngajak kami keruang pribadinya disana dia mnjelaskan kesalahan pahaman yang terjadi di kantor nya dan ada seorang karyawan yang memfitnah didith untuk mnutupi ksakahan yang dia lakukan. .
"selaku pemilik perusahan kaka minta mav ma kamu dan minta kamu mau gabung lagi di kantor kita"
q bahagia sekali malam ini awan mnerbangkan ku ke langit didith diprcaya mngelola cabang baru di kota pemalang dan kami pun tertpaksa harus pindah ke pemalang yang bjarak 3 jam prjalanan.
hidup kmbali mnanjak di kota ini ku mndapat pekerjaan baru dan dalam waktu 6bulan ku diangkat mnjadi pekerja tetep tanpa kontrak lagi
2 tahun sudah kami merantau dan hari ini adalah annyversarry aku dan didith.kami mbeli sebuah motor sbagai barang bersama. itu hanyalah awalnya hingga pada akhirnya kami bisa mbuka cabang sendiri. di pemlang inidi taun ke 4
tahun demi tahun berlalu kami sdah bisa di bilang mapan di tahun ke5 kami memutuskan untuk mengangkat seorang bayi merah dy anak salah satu teman kami yang tdak mningikan khamilan,gadis kecil kami q beri nama Lia Saputri
ini smua kbahagiaan qu sudah terlengkapi mungkin saat nya ku mngabari kluarga bahwa kami sudah bisa hidup mandiri
satu minggu sblum libur idul fitri setelah 8tahun kami lewatkan tanpaa keluarga ku pulang ke bogor saat itu q datang bsama didith dan anak kami. tak pernah kusangka sambutan nya sangat manis dan mbahagiakan. kluarga ku merelakan pilihan hidup yang telah ku jalani, dan kluarga ku sudaah tau ku pergi bersama didithkarna selama 8 tahun ini keluarga ku dan keluarga didith mncari kami bersam-sama.
dimalam takbir kami mbelikan tiket untuk kluarga di pekan baru lewat calo dengan harga yang relatief murah, sambutan keluarga disana pun tidak kalah hangat, kulihat adik-adikkuikut serta,mereka sudah beranjak dewasa dan mereka pun sudah mngerti status ku dan didith. ini kbahagiaan ku dan smua mnggap Lia sebagai cucu dan keponakan mereka
takbir mnggema allahuakbar3xwallilahIlham q terbangun dari tidur ku setelah semalamn begadang keliling bogor bersama jo dan indah telpon qu berdering aakang adey (ku simpan no didith dgn nama itu agar kluarga q tdk tau q msih berhubungan dengan nya)calling
"hallo"
"bangun sayank ayo sholat ied,"suara didith di ujung sn
"hmm ia jam brapa skarang ynk?"
"jam 5"
"yd q mandi dlu ya"
q terhenyak membyngkn mimpi ku smoga mjdi nyata
tapi mimpi tinggal mimpi yang kan larut saat kusiramkan air di kepala ku , harapan jogja dan hdup bsama tetep kukuh bersama dy .
bund saiiank panda

Senin, 24 Oktober 2011

The Rain

Seperti biasa
Mereka saling mendesak..
Saling mendorong..
Dan menolak..
Kurasa mereka belum bisa berkerja sama
Mendingin khan dunia
Dari terik na mentari d siang hari..
Namun meskipun
Bagaimana pun ku tetap mencintai mereka
Karna mereka mampu bwt ku tersenyum dalam perih
Mw pun pedih..
Hujan..
Nama mereka
Adik dari sank gerimis
Anak dari sank petir
Namun ku tak menyukai petir
Dy bising, dy ricuh dan berantakan..
Seperti petasan yang menyala..
Gerimis..
Hujan..
Pertama kali mereka menyapaku
Ku tertawa, ku gembira..
Sampai detik ini
Ku masih bisa merasa khan sentujan mereka
Waktu it..
Dan malam ini
Mereka hadir kembali..

Rintihan Terakhir...

Dia seseorang gadis yang berusia 21tahun, dengan penampilan nya yang tomboy dan jutek sekaligus cuek dia dipanggil boy, atau Neb-Neb.
Gadis ini dikenal sangat jutek dan cuek tapi bagi yang sudah menggenalnya pasti tau kalau gadis tomboy ini sangatlah baik tapi kadang juga nyebelin, bukan kadang sih tapi memang sangat menyebalkhan, tapi juga ada sisi nyenenginnya kok.

Dan ternyata dibalik ketomboyan nya dia mempunya hati yang lembut dia begitu menyayangi ibunya, neneknya, dan satu lagi kekasihnya
Dia jutek tapi itu gadis juga sangat sabar
Sabar dalam menjalanin kisah hidupnya yang tak indah seperti kebanyakhan nya.
Mungkin ini salah satu sebab kenapa dia begitu terlihat cuek
Dan kadang terlihat angkuh dalam hidupnya, karna dia iri pada kehidupan orang lain yang dapat merasa ketenangan dan kenyamanan didalam rumahnya masng-masing, tapi Walaupun dia terkadang iri dia tidak pernah sedikitpun bertidak kurang ajar, mengusik atau tidak sopan pada kehidupan orang lain, karna baginya itu adalah garis tangan masing-masing
Dan mungkin ini garis tangannya yang harus dijalaninnya.

Baginya kehidupan itu layaknya seperti bara, panas dan dapat melepuhkhan tangan yang menggengamnya, hidup ini tak mudah untuk dijalanin apalagi jika tak pernah bertemu dengan keindahan
Maka semakin sakitlah jantung bagai teriris seribu pedang cleopatra dan hanya air mata yang menemani saat keindahan itu kian menjauh dari kita.

Apakah kehidupan itu, selain dari banyaknya pertanyaan-pertanyaan dengan jawaban-jawaban yang amat sedikit? Apakah kehidupan itu, jika hanya dalam sekejap, saat tubuh kita didera kelainan, kita pada akhirnya hanya mampu menerima tanpa mampu berbuat apa-apa lagi? Apakah kehidupan itu, selain dari hanya dapat menerima apa saja yang terjadi karena ketak-mampuan akal untuk mengubah kelemahan daging kita sendiri? Apakah kehidupan itu sesungguhnya? Sementara di luar sana, orang-orang bergerak dalam langkah yang bergegas-gegas untuk mengejar segala cita-cita dan hasrat mereka, terperangkap dalam tubuh yang didera penyakit, kita terpaksa harus menerima segala sesuatu yang dilakukan terhadap tubuh ini sekedar hanya untuk memperpanjang nafas kita saja? 

Maka pada saat ia tau bahwa dirinya didera penyakit
Sebuah kangker yang bersarang diotaknya dia
Berusaha tetap tegar walau kadang kerapuhan menyiksanya
Dia coba bertahan bahkan saat sakit itu datang berjam-jam lamanya, menyiksanya dia masih sanggup membuat senyum dibibirnya
Walau senyuman itu terlihat getir.
Dan dengan tertawa dia pernah berkata bahwa dia takkan takluk dengan penyakitnya.

Namun saat dirinya terbaring lemah, ku bertanya
Diakah gadis itu yang dulu begitu ceria
Apakah dia gadis itu yang dulu mengalami keceriaan dalam hidupnya walaupun kehidupannya tak indah
Tapi dibuatnya seindah mungkin dengan caranya sendiri
Hilang segalanya tawanya, cerianya, semangatnya saat ini juga saat dia terbaring lemah tanpa mampu berbuat apapun.
Hanya beberapa bulan saja ku dapat melihat ketegarannya
Saat dia tau penyakitnya dan saat ini kelemahannya yang kulihat. Tubuh itu lemah sangat lemah, terlihat sangat lemah, sesekali ku mendengarnya menggumam akh………

Dan pada akhirnya ku sadar semuanya tak dapat lagi dihentikhan. Semuanya berjalan sesuai proses alam yang terjadi. Dan waktu hampir tiba baginya. Karna pada akhirnya, toh, kita akan mengalamin proses yang sama. Semuanya akan menuju kesana akhir, usai. . . .

Kumelihat mata gadis itu terpejam, namun dari sela-sela kelopak mata itu, mata yang tertutup itu, ku melihat mengalir tetesan air bening dan lembut. Dan ku kembali mendengar gadis ini bergumam, akhhh, terdengar sangat berlahan.aku mengira gadis ini ingin berkata sesuatu, namun ternyata tak mampu lagi dia menyampaikhannya sendiri. Apakah yang sedang gadis ini rasakhan? Apa yang sedang dia fikirkhan? Dan apa yang ingin dia katakhan? Dunia berlahan-lahan meninggalkhannya. Tapi aku merasakhan dia masih sadar, sadar dalam ketak mampuannya menceritakhan keada’annya. Dimanakah fikirannya saat ini?  Sementara aku berdiri disampingnya, menggenggam tangannya, berbisik ditelinganya, memanggil namanya, tapi dia tak lagi berada bersamaku, gadis ini semakin jauh dariku, kian jauh dan jauh……

Ea allah, Mengapa gadis ini begitu lemah?
Gadis, yang sangat kuat dan mampu melawan apa saja tanpa mau merasa kalah……
Gadis, yang begitu angkuh menjalani kehidupan yang kau ciptakhan dan tiba pada akhirnya hanya bisa pasrah terbaring lemah tanpa mampu berbuat apa-apa lagi…….

Aku bergetar menyaksikhan dan memandangi wajah gadis ini. Tubuh yang begitu licah dan gesit dalam melonjati setiap coba’an. Tubuh yang tegas dan tegar saat menerima akibat setiap hal yang dia lakukhan. Tapi mengapa saat ini yang tersisa hanya tubuh yang lemah dan tak berdaya, bahkan untuk menggerakhan tangannya saja dia sudah tak mampu lagi. Dimanakah dia saat ini? Dimana?

Diluar sana aku mendengar suara riuk pikuk, percakapan orang-orang yang mungkin ku kenal atau tidak ku kenal. Tapi diruangan ini, hanya ada kesunyian berdiam diri, mengambang diudara bersama bau obat dan Klikan alat penyambung jiwa. Pada akhirnya kita semua akan bergelut dengan diri sendiri, dan pada akhirnya kita semua akan sendiri menghadapi diri kita. Aku yang tengah berada disisi gadis ini, merasa terpencil. Jauh dan sendiri. Dalam hati ku bicara sendiri dan bertanya sendiri namun tak satupun kutemukhan jawaban untuk setiap pertanya’an ku itu.
Ku kembali menggengam tangan gadis ini
Berbisik lagi, berkata lagi, meminta lagi agar dia tetap tabah menerima akhir yang tiba. Dan ku mulai mengeser tubuhku beranjak dari sisinya. Ku melangkah sendiri meninggalkan ruangan ini, dan melepaskhan piyama khusus yang berwarna hijau ini dan mengatukhan nya lagi pada tempat semula,lalu keluar. Dunia terlihat tak berubah. Namun aku merasa sangat sendiri, sendiri tanpa gadis itu, tanpa senyuman angkuhnya, tanpa kata” tajamnya, tanpa keusilan nya, ea aku mutlak sendiri, hanya sendiri.

Kesederhana'an Itu

Inilah enakhan na tinggal didesa, dimana udara na yang masih sangat segar, dan sejuk sekali.
Pagi dihiasi oleh butiran embun yang begitu indah, menyentuh dedaunan dan rerumputan
Aku merasa sangat nyaman dengan keadakan ini.


Dikota ku jarang mendapatkhan hal seperti ini,
karna kota dimana tempat ku berasal dan tempat ku tinggal
sebenar na, sudah tercemah oleh asap-asap kendara'an sangat lah kotor.
Belum lagi aliran sungai yang s'lalu tersumbat karna sampah-sampah yang
sengaja dibuang kesungai itu
Yang akhir na berakibat buruk, karna hal itu dapat mengudang datang na banjir.


Sangat lah jauh beda dengan desa ini, desa ini sangat sejuk dan udara na begitu segar.
Belum lagi sungai dan kali-kali kecil na.
Begitu jernih dan bersih, dan dingin seperti air yang baru keluar dari mesin pendingin.


Dan aku tidak merasa dirugikhan jika aku diminta
Berlama-lama didesa ini.
Karna desa ini sangat lah indah dan nyama.
Para penduduk na juga sangat ramah-ramah dan begitu welcome pada pendatang baru didesa ini.


Aku yang baru tiga hari didesa ini,
Merasa begitu sangat menikmati keindahan desa ini
desa ini lumayan jauh dari kota malang
Butuh waktu 2 sampai 3 jam 'tuk sampai dikota malang.
Dan kepala sekolah tempat ku mengajar
Meminta ku 'tuk pindah kedesa ini
Ku tidak tw dalam jangka waktu yang lama tw sebentar
Yang pasti aku 'kan menjalani na dulu.


Dan pagi ini, aku 'kan mengajar anak-anak desa ini.
Disebuah sekolah yang keada'an na lumayan
Memperihatin khan.
Namun walaupun keada'an sekolah seperti itu,
anak-anak ini sama sekali tidak lah merasa malu atw bermales-malesan ria mengikuti
Pelajaran disekolah ini.


Namun sebalik na, mereka sangatlah bersemangat sekali
Pagi-pagi sudah tiba disekolah.
Para murid-murid yang cewek menyapu halaman sekolah,
mereka berbagi tugas, sebagian menyapu halaman,
sebagian lagi meyiramin bunga-bunga yang ada diperkarangan sekolah.


Yang sengaja ditanam agar perkarangan sekolah ini tetap terlihat hidup dan penuh keindahan
Walaupun dinding-dinding na sudah tidak lagi terlihat bersih seperti sekolah lain na, karna cat tembok it sedikit demi sedikit mulai terkelupas dan terlihat lah wajah asli dinding-dinding itu,
yang terbwt dari batako, semen dan pasir
Terlihat pasir it seperti longsor jika tersentuh oleh kita.


Dan murid-murid cowok na membersikhan papan tulis ada juga yang membantu
mengankat air 'tuk menyiramin tanaman tersebut
Begitulah kegiatan murid-murid disekolah ini setiap pagi na.
Tiba saat lonceng berbunyi mereka pun bergegas memasuki kelas na masing-masing dan duduk dibangku na.


Pagi ini ku mengajar dijam pertama
ku mengajar dikelas 6.
Karna jam pertama pagi ini adalah jurusan ku
Yaitu bahasa indonesia.


Kebanyakhan orang tidak menyukai bahasa indonesia
Karna bagi mereka bahasa indonesia mereka sudah benar
Sebenar na semua itu belum lah bisa dibilang benar.


Aku saja masih merasa butuh belajar karna pengatahuan ku tentang bahasa indonesia bwt ku masihlah kurang.


"Pagi anak-anak."


"Pagi bu."


"Bagaimana keada'an Kalian Pagi Ini?,
Masih Memiliki semangatkan 'tuk Mengikuti pelajaran Ibu."


"Masih bu." Jawab mereka lagi bersama-sama.


"Bagus klw begitu. Hari ini ibu
'kan membahas tentang bagaimana cara na menghargai orang lain
dengan cara menghargai diri kita terlebih dahulu."


Smua murid ku pagi ini masih sama seperti beberapa hari yang lalu
Masih tekun dan sangat antusias mendengarkhan penerangan dariku.


"Ada yang tw bagaimana cara menghargai diri sendiri?
Dan berlanjut dengan menghargai orang lain."


Aku bertanya dan berharap ada yang tw
dan bersedia memberikhan ilmu na pada teman-teman na yang ada diruangan ini.


Dan semenit kemudian seorang murid cewek mengangkat jari na sebagai tanda bahwa dy bersedia menjawab pertanya'an dariku.


"Menghargai diri sendiri, dengan menyayangi diri kita,
baru menyayangi orang lain.
menjaga diri kita terlebih dahulu baru kita menjaga diri orang lain yang kita kasihi."


Aku merasa puas dengan jawaban muridku itu.
Aku akui murid ku yang satu ini memang pintar dan sangat teladan.
Aku yakin anak ini bisa menjadi kebangga'an orang tua na
Dan ku berharap begitu juga yang lain na.


Menjadi kebanga'an keluarga masing-masing, dan esok saat dy dewasa dy mampu membantu menolong kesusahan yang terjadi dalam keluarga na.
Dan belajar dengan sungguh-sungguh, tanpa ada sedikitpun niat 'tuk
Bermain-main.


Karna hidup didesa ini sungguh lah dan sangat-sangat Sederhana sekali.
Bersyukurlah bagi orang-orang yang dapat
hidup enak diluar sana bisa merasakhan enak na bermain-main ditime zone
Namun anak-anak desa ini cukup dengan bermain lompat karet
Mereka sudah bahagia.


Diluar sana anak-anak remaja menghabiskhan waktu malam minggu dengan berpakaian serba sexy dan melakukhan hal yang tak pantas.
Namun remaja desa ini mengaji atw membantu ibu na dirumah membwt kue 'tuk dijual mereka sudah cukup bahagia karna bisa berada disamping ibu na
Dan merasakhan kasih ibu, karna bukan keindahan malam yang dy butuh khan esok hari.


Dan diluar sana anak remaja lain na menghabiskhan waktu dengan berbalap liar
Namun didesa ini mereka membantu ayah na memperbaiki jala yang rusak agar bisa dipakai lagi, dan dapat menangkap ikan.


Dengan ini mereka sudah bahagia karna mencari makan 'tuk hidup sangat lah susah.
'Tuk itu mereka mensyukuri yang ada tanpa mw bertingkah tw neko-neko dalam hidup mereka


Karna mereka menyadari bahwa smua yang ada hanyalah titipan
'Tuk it bersyukur lah dengan yang tanpa harus menuntut yang lain.


Aku banyak belajar dari penduduk desa ini, dan kehidupan yang ada didesa ini.
Ku banyak mendapat ilmu.
Dan ini dapat ku jadikhan pegangan dalam hidupku


Bahwa aku harus bersyukur dengan apa yang t'lah ku dapatkhan.
dan mensyukuri dengan apa yang diciptakhan tuhan 'tuk ku.


dan menjadi seorang guruyang giat dan tekun mengajari murid-murid na
karna menjadi seorang itu juga menyenangkhan.
dan menjadi pahlawan tanpa jasa it juga suatu hal yang membahagian khan diri sendiri.


tanpa harus mendapat imbalan atw suapan 'tuk mendapatkhan hal-hal yang lebih.
Cukup dengan mensyukuri yang ada dan
berterima kasih pada sang maha kuasa atas nikmat dan segala rahmat yang ada.

Rabu, 28 September 2011

Catatan Kecil

Sebuah kehidupan tak seindah yang manusia bayang khan..
Dan sebuah realita yang keras harus siap kita terima saat dy datang secara tiba-tiba tanpa ada na aba-aba..
Manusia terkadang merasa dipermainkan oleh jalan hidupna sendiri
Yang tak tentu arah dan tujuan saat dy merasa sepi sendiri.

Dan saat keada’an itu utuh hanya sendiri tanpa kekasih dan teman atau sahabat dalam hari-hari maka datanglah sang iblis dunia meracuni seluruh isi yang ada dalam otak dan fikiran kita.

Mati..
berjalan kedapur hampirin sebilah pisau lalu menorehkan na keurat nadi..
Dan darah bercucuran dimana-mana..
Merah..
putih pun tak ada lagi..

Rapuh..
Ketika sesuatu yang terindah hilang dari pandangan na
Lenyap tanpa sisa dan rasa
Maka sendiri lagi yang menyiksa dan seperti yang tak waras hilang kendali dan emosi yang merajai..

Dan cinta..
Sebuah perasa’an yang hanya ada untuk sesaat dalam hidup manusia yang hanya memberi indah pada awal na saja
Tengah dan akhir..?
hancur tanpa ada na keindahan yang tersisa..

apakah itu keindah yang ada dalam hidup anda..?
dan apakah realita ini yang harus kita terima dalam setiap langkah yang ada..?

Kamis, 22 September 2011

Normal Mw pun Tak Normal ( Jangan Mencaci)

Perjalanan hidup semakin tua
Manusia masih saja suka dan sibuk mengurusi kehidupan orang lain..
Tak berkaca sudahkah hidup na benar?

Terlalu sering saia melihat
Si cantik menjatuhkhan si jelek..
Si kaya menginjak-injak si miskin..
Kenormalan menghina ketidak normalan

Tak sadarkah hidup na d dunia hanya sesaat
Dan semua yang d miliki hanyalah sebuah titipan..

S'lalu saja memonopoli kehidupan orang
Menguasai hak orang lain..

Mereka mw pun kami dan saia..
Mencintai wanita it hak mereka..
Hak kami..
Hak saia..

Mereka mw pun kami dan saia
Memank wanita yang tak normal..
Namun ketidak normalan it tak seharus na
Kalian caci..

Terkadang si normal berbangga diri
Dengan tingkah na yg suka berganti lelaki..
Mampu memikat lelaki mana saja yang dia mw..

Menguras habis isi dompet para pria dewasa
Yang sudah memiliki anak lebih dari satu
Menjual diri demi segepok lembaran seratus ribu..

Tak pernah kami menghina it
Tak pernah kami mengusik apa yang d lakukan si normal..
Karna kami pun tw it bukan mw kalian..
Namun garis tangan telah tertulis maka it yang d jalani
Begitu pula kami..

Bukankah sebenarna manusia memiliki dunia na masing"
Satu manusia memiliki satu dunia
Bukankah it sudah adil..
Lalu mengapa mengusik dunia orang lain..
Melempar fitnah..
Melempar kata" busuk..

Bukankah terlihat bahwa kaum wanita
Seperti mereka mw pun kami dan saia
Lebih baik dari pada si normal..
*Jika kalian yang normal bisa memuji diri
Maka kami yang tak normal pun juga bisa memuji diri*

Kami mencintai wanita
Namun kami tetap memiliki iman..
Iman 'tuk tidak tergoda oleh rayuan wanita lain..
Iman 'tuk ttp menjaga hati wanita kami..

Kami lebih setia
*jika kalian yang normal bisa membangga diri
Dengan kata. Setia,
Maka kami pun juga bisa membangga diri dengan kata Setia*
Dari pada kalian yang mengakui normal lebih baik
Dari pada kami yang tidak normal..

Kami mencintai wanita
Namun kami tetap menjalankan Perintah Agama
Shalat it d trima tw tdak oleh sang Maha Kuasa
It Urusan Sang Kuasa..
Yang penting kami t'lah menjalankhan
Perintah na..
Kalian yang normal jangan shalat menginjakkhan kaki d sebuah mesjid saja
Seperti na kaki it berat melangkah..

Kami tw tidak semua yang begitu
Tidak semua kenormalan begitu..
Begitu juga kami..
Tidak semua dari kaum kami yang bejad
Dan bukankah sebenar na sesama manusia tidak d haruskan
Salink menghina..
Namun d haruskan saling menyayangi..

Tapi jika kalian yang normal
Merasa jijik dengan yang tak normal
Maka kamipun tak memaksa kalian tuk berteman dengan kami..

Namun jangan pernah menghina,,
Memfitnah,,
Dan mencaci..
..
Semua manusia sama d mata sang Kuasa..
Dan
Si cantik tidak seharus na menjatuhkhan si jelek..
Si kaya tidak seharus na menginjak-injak si miskin..
Kenormalan tidak seharus na menghina ketidak normalan..

Salah dan dosa kami
Yang berhak menghakimi hanya sang PenCipta..
Kalian yang mangakui normal lebih baik
Dari pada kami yang tak normal kalian sama dengan kami hanya manusia biasa..
Maka janganlah mengusik hidup mereka mw pun kami dan saia..
Jalanin dan benahi hidup kalian masing"..

Karna kami yang tak normal ini
Juga menjalani dan membenahi hidup kami
Masing"..
Tanpa mengusik hidup kalian yang normal
Dan hidup orang lain..

Minggu, 15 Mei 2011

Kembali Na Cinta Nadila


Masalalu benar-benar datang kembali mengusik ku.
Menghantui ku lagi..
Tangisan it terjadi lagi..
Sakit it benar-benar berdarah lagi..

Sakit menggingat mengapa difa sama sekali tak perduli
Dengan kesakitan ku dulu.
Mengapa menggabaikhan ku saat ku dalam kesakitan..
Mengapa..?

Dan kini difa hadir lagi..
Menyapa ku lagi..
Menggingatkhan ku lagi..
Bahwa difa sebenar na yang ku butuhkhan..
Bukan orang lain..

"Nad..
Kamu ingat difa ea..?". Tanya Esha, sambil memberikhan secangkir kopi dan sepiring gorengan.

"Ea sha, tadi difa sms aku, dy ngajak aku ketemuan lagi."

"Terus? Kamu terima? Kamu mw ketemu difa?"

"Aku g' tw sha, ini udah yang ketiga kali na dy memohon padaku, agar ku mw menemui dy."

"Tanya hati kamu, niat g' nemui dy.?"

"Aku bingung. Aku merindukhan na, ingin menemui na, namun ku takut pertemuan it menyakitkhan lagi."

"Kamu harus tegas nad, temui dan lawan sakit it."

"Inginku begitu tapi ku takut, ku tak sanggup. Menurut mu bagaimana?"

"Manusia it berhak mendapat khan kesempatan kedua. Kurasa tak ada salah na, namun jika it membwt sakit aku tidak 'kan mengijinkhan mu."

"Ea sha, difa memang berharap mendapat kesempatan kedua."

"Jadi kamu setuju 'tuk menemui na? Tapi jika ragu sebaik na jangan nad."

"Aku belum tw. Nanti ku fikirkhan lagi sha."

Senja sore it begitu indah.
Awan berwarna jingga hiasi dunia..
Nadila dan esha
Memandangi awan-awan it menikmati indah na sore ini, d temani secangkir kopi dan sepiring pisang goreng.
Angin sore it seperti alunan musik yang lembut dan sejuk

* * *

Hari ini adalah hari yang d tentukhan oleh difa.
Jam 4 sore ini difa 'kan menunggu nadila d taman kota
Dan nadila belum memberikhan jawaban IYA Atau TIDAK 'tuk Difa.
Jika nadila, hanya diam dan diam kasihan juga difa, harus menunggu na
Berjam-jam..
Nadila, tidak mw membwt difa menunggu.

Setelah Satu Jam Nadila, berfikir akhir na nadila, menjawab IYA.
IYA dy 'kan menemui difa.
Sebuah Pesan Singkat pun dikirim nadila 'tuk Difa.
Dan nadila pun segera bersiap-siap 'tuk Menemui difa, sore Ini.

* * *
Selanjut na..

"Hai.." Sapa nadila, ternyata difa sudah menunggu duluan d taman ini

"Hai, makasih ea udah mw datang."

"Ea sama-sama fa."

"Gemana keada'an kamu, sekarang."

"Hmmm seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja tanpa kamu."

"Syukurlah jika memang begitu, aku senang mendengar na."

"Terus maksud kamu ngajak aku ketemuan 'tuk apa.?"

"Maksud ku meminta mu datang kesini karna ada yang mw aku omongi."

"Oh ea? Apa it.? Katakhan saja sekarang."

"Sebelum na aku mw minta mav atas sikap yang t'lah menyakitimu, dan meninggalkhan mu saat kamu membutuhkhan ku."

"Hal it sudah ku lupakhan, dan aku juga t'lah memav khan mu,sebelum perminta'an it kau sampai khan."

"Terimakasih, namun aku tw kau berdusta, aku tw kau masih sakit dengan kelakuan ku. Dan Membenciku pasti na."

"Sama-sama, tapi aku tidak berdusta. Dan aku tak merasa sakit lagi, tidak juga membencimu."

"Apapun it hanya hatimu yang tw nad."

Nadila hanya diam, mendengar kalimat yang d ucapkhan difa.
Dan hanya menunduk, benar-benar diam tanpa kata.

"Nad, boleh ku lihat luka mu it."

"Sebaik na tidak usah."

"Tapi ku ingin melihat na." Paksa difa.

"Ea, lihat lah."

Difa pun mendekati nadila.
Lalu difa, berjongkok d hadapan nadila, memandangi bekas luka yang ada d kaki nadila.

"Nad, boleh ku melakukhan sesuatu."

"Lakukhan lah jika sesuatu yang ingin kau lakukhan it tak merugikhan ku."

"Tentu saja tidak sayank."

Sayank? Dalam hati nadila menggulang kata-kata it.
Sudah lama nadila tak mendengar kata-kata sayang it, baik dari bibir difa mw pun dari orang lain.
Jujur nadila merindukhan kata-kata manja it hadir 'tuk na.

"Ea lakukhan lah jika memang tak merugikhan ku."

Difa yang mendapat ijin dari nad, lalu menyentuh luka it.
Wajah difa, terlihat miris dan sedih melihat luja it.

Difa, mendekat khan wajah na keluka it, lalu bibir na menyentuh luka it, mencium luka it.

"Mavkhan aku, mavkhan atas terabai na kesakitan mu ini, ku mohon berikhan aku kesempatan 'tuk menggobati lukamu, juga luka hatimu, ku mohon kembali padaku, ku sadari smua, smua ini bahwa memank cuma kamu yang terbaik 'tuk ku, ku mohon berikhan aku kesempatan it nad." Ucap difa, dan menggenggam jemari nadila.

Tanpa disadari oleh nadila, tetesan mungil yang bening menggalir dari sela-sela mata indah na.
Genggaman tangan difa dijemari nadila terasa begitu erat, sorot mata difa, memancarkhan kesungguhan, ketulusan, keseriusan 'tuk memperbaiki segala kesalahan yang ada.

"Jawab aku nad, jangan diam. Jujur padaku,katakhan padaku, bahwa kamu sebenar na masih menyayangiku, dan mengginginkhan hal sama dengan ku. Keinginan 'tuk memperbaiki hubungan kita yang pernah kandas karna kebodohan ku yang memilih wanita yang salah dan meninggalkhan mu."

Namun nad, masih saja diam, walaupun benar yang dikatakhan difa, klw nad, memang menyayangi difa, masih sangat mencintai difa, namun nad, ragu. Maka yang hadir hanya sebuah kebisuan dari nad.


"Nad, ku mohon jawab aku, katakhan nad, klw kamu masih sayang aku, jangan bohongi hati kamu. Ku ingin kita bersama lagi, ku 'kan bukti khan bahwa ku sungguh-sungguh, tidak hanya sekedar kata. Jawab aku nad."

Air mata nad, semakin deras menggalir dan selalu berhenti ditepi bibir na.
Difa yang menyaksikhan hal it, difa yang melihat tetesan bening it menghiasi wajah na, berusaha menghentikhan na, dengan menyentuh tepi mata na, menghapus sisa air mata dengan jari-jari na.

"Nad, mengap air mata it menghiasi wajah mu?, apakhan kata-kata ku menyakitimu? Atw kamu merasakhan sakit it kembali menggerogoti hatimu? Nad, berikhan ku kepercayamu lagi, 'kan ku bukti khan segala na, bahwa aku buka lagi butchy yang bejad 'tuk mu. Tak 'kan lagi meninggalkhan mu. Ku mohon nad."

Nadila, menggangkat wajah na yang sedari tadi menunduk, dan mata na beradu dengan mata difa, dan tatapan it terlihat sayu.
Bibir nad, bergetar seperti terserang hawa dingin, namun sebenar na tidak, it terjadi karna nad, menahan apa yang ingin ia sampaikhan, namun terasa sesak jika ditahan berlama-lama dilaci hati na.

"Fa, aku memang masih menyayangimu dan sangat mencintaimu. Dan semua it juga menyiksaku apabila ku kangen sama kamu. Ku mencoba melawan sakit it sendiri tanpa ada na kamu, tanpa cinta kamu. Ku juga menyadari tak bisa ku menyalahkhan mu begini, karna ku juga mengakui salahku. Salah ku yang terlalu sering menyakitimu, melukaimu, mungkin it tak terhitung, mungkin karna it juga kamu meninggalkhan ku, karna jenuh dengan sikap ku, muak dengan sakit yang selalu ku beri padamu." Kata-kata nad, terhenti sejenak karna tangis na mulai terisak.

"Hanya satu yang kusesalkhan mengapa saat ku benar-benar membutuhkhan mu kamu, malah pergi dariku, it yang membwt sakit ku teramat sakit. namun sekali lagi ku sadari it smua juga karna egoisan ku, kesalahan ku yang berkali-kali menyakiti mu, yang bwt kamu berlalu dariku dan berlabuh dihati yang lain."

"Nad, apapun it salah mu, ku tak menyimpan dendam nad, sama sekali tidak. Hal it terjadi karna memank kebodohan ku yang terlalu bodoh, namun kali ini ku mw perbaiki smua na. Salah mu salah ku, ku mw kita perbaiki bersama, dan menjaga jangan ada lagi kesalahan it diantara kita. Ku sungguh-sungguh nad, sangat sungguh-sungguh nad." Sekali lagi genggaman it terasa begitu erat dan hangat d jemari nad.kali ini genggaman it dibalas oleh nad, apakah it sebuah tanda klw nad, menerima difa lagi..?

"Nad, aku sayang kamu, sangat nad." Difa, bangun dari jongkok na, lalu dengan tubuh yang sedikit membungkuk difa menyentuh wajah na dengan kedua tangan na lalu mengecup lembut kening nad. Difa, tidak perduli dengan keramean taman sore it, dengan tatapan orang-orang pada na dan nad. Karna bagi difa, ini dunia difa, dan mereka ada didunia mereka, maka hak masing-masing dan berkuasalha d dunia masing-masing tanpa mengusik dunia lain.

"Kembali padaku nad, aku membutuhkhanmu, membutuhkhan kasih sayang dan perhatian mu. Hatiku merindukhan chanda tawa mu, hari-hariku merindukhan warna warni senyuman manismu, kembalilah padaku nad, ku mohon." Difa mengulirkhan tangan na, menunggu sambutan dari tangan nadila.

"Fa, ku takut."

"Nad, percaya padaku, 'kan ku buktikhan bahwa sungguh, tidakhan lagi menyia-yiakhan kamu, dan 'kan ku jaga hubungan kita."

"Tapi tetap saja ku takut, takut kehilangan mu lagi fa."

"Nad, aku janji bahwa kamu tidak 'kan prnah kehlangan aku lagi."

Mata mereka kembali beradu, nad mencari sesutu dari tatapan mata it, mata difa.
Mencari kejujuran benar kejujuran bukan hanya sekedar kata manis yang diucap difa.

Dan sebuah cahaya ketulusan ditemukhan nadila, dan kejujuran.
Namun tetap saja nadila masih merasa takut, takut kehilangan difa, karna nadila tak 'kan siap menerima kesakitan it lagi.

"Fa, boleh ku minta sesuatu."

"Apa sayank?"

"Peluk aku, peluk aku yang erat."

Difa, tersenyum mendengar perminta'an nadila. Difa pun memeluk erat tubuh nadila, sangat erat.

"Fa, aku sayang kamu, aku takut kehilangan kamu, janji padaku, bahwa kamu tidak 'kan meninggalkhan ku lagi fa."

"Aku janji sayang, aku tidak akan meninggalkhan mu lagi nad. Karna aku juga merasa sakit karna perbwtan ku sendiri. Kali ini ku 'kan buktikhan bahwa ku benar-benar sangay menyayangimu. Dan ku 'kan memulai na lagi dari awal."

"Jangan lagi fa, jangan lagi tinggalin aku, karna aku g' mw it terjadi lagi fa, aku g' kuat nahan sakit it sendiri fa."

"Nad, saat ini ku ada didekat mu, kamu g' 'kan lagi sendiri, aku 'kan menemani kamu mulai saat ini, s'lalu. Karna ku juga tak ingin kehilangan kamu lagi nad."

Nad, meremas kuat genggaman tangan difa, seolah-olah nad, takut terjatuh lagi dalam sebuah jurang yang menyakit khan, dengan remasan it nad, merasa berpegang pada sebuah pilar yang kokoh dan menyakind khan diri bahwa ia tak 'kan lagi terjatuh.

Dalam pelukhan difa, nadila masih menangis, menangis karna bahagia karna mampu merasakhan hangat dekapan wanita yang ia cintai.
Dalam pelukhan difa, sebuah harapan tersimpan begitu indah dalam laci hati nadila.
Harapan yang indah.
Berharap hubungan ini 'kan menjadi indah..
Indah tanpa noda lagi..
Dan berharap s'lama na begini..

*ketika hatiku kembali padamu..
Ketika tubuh mampu mendekapmu..
Ku meminta padamu jangan lagi kau
Tinggalkhan ku..
Jika it terjadi kembali pada kisah ini
Lebih baik ku tak lagi menyatu dengan bumi..*