Seperti biasa
Mereka saling mendesak..
Saling mendorong..
Dan menolak..
Kurasa mereka belum bisa berkerja sama
Mendingin khan dunia
Dari terik na mentari d siang hari..
Namun meskipun
Bagaimana pun ku tetap mencintai mereka
Karna mereka mampu bwt ku tersenyum dalam perih
Mw pun pedih..
Hujan..
Nama mereka
Adik dari sank gerimis
Anak dari sank petir
Namun ku tak menyukai petir
Dy bising, dy ricuh dan berantakan..
Seperti petasan yang menyala..
Gerimis..
Hujan..
Pertama kali mereka menyapaku
Ku tertawa, ku gembira..
Sampai detik ini
Ku masih bisa merasa khan sentujan mereka
Waktu it..
Dan malam ini
Mereka hadir kembali..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar