Hari ini andin, berniat menjenguk dewa lagi. Tapi kali ini andin, juga berniat membawa aulia, untuk menemani-nya sekalian surprise buat dewa. Kali aja dewa langsung sembuh dengan kehadiran-nya aulia dikamar-nya nanti.Seperti-nya andi, tengah mencari sesuatu, sampai berlari-lari begitu seperti dikejar setan siang bolong yang terik ini. Mata-nya liar memandang kesetiap sudut mencari sesosok manusia. Aulia, ya andin mencari aulia, kemana anak itu?
Wajah andin, penuh dengan keringat sebesar-besar upil kali ya?
Oh tidak kekecilan. Whatever lah sebesar apapun itu toh andin, tidak perlu besar-nya. Yang andin butuhkan saat ini adalah minuman agar tenggorokan-nya sedikit segar. Dia buru-buru mengeluarkan Handphone dan mencari nama aulia d list contact-nya.
“Kenapa cin?” telpon itu langsung d jawab oleh aulia.
“Dimana lu?”
“Ditoilet, mang kenapa ndin?”
“ya udah gue, tunggu di kantin aja ya?”
“Ya udah, iya.”
Napas-nya masih terengah.
“Bu, the botol-nya dunk satu.” Pinta andin, pada salah seorang wanita yang berjualan dikantin ini.
“Iya mbak, sebentar.”
1 menit kemudian pesanan yang diminta andin, datang. Di buang-nya sedotan itu dan tanpa ragu-ragu langsung saja diteguk-nya dan kini yang tersisa hanyalah botol-nya saja.
“Wew… sexy banget cara lu minum jeng.” Aulia, sedikit meledek dan tersenyum manis pada andin.
“Gilaaaaaaaa… haus banget gue, cin. Cape gue lari-lari dari tadi tau.”
“Lah ngapai lu lari-lari? Dikejar setan kah?”
“Nyariin lu tau, gue kira lu udah pulang. Maka-nya tadi gue telpon lu.”
“ternyata jadi artis kampus itu lumayan tenar juga ya? Selalu dicari-cari kesana kemari, ahahhahhaah.” Tawa-nya terdengar sangat renyah sekali.
“Pe-De gila lu. Gue mau ngajak lu ketempat dewa nih, mau gak lu?”
“Kapan? Sekarang?”
“iya sekarang, bisa gak? Mau gak?” Tanya andin bertubi-tubi.
“ok, gue mau. Tapi temenin gue dulu ya?”
“Kemana lagi?”
“Itu kedistro yang ada dijalan Ahmad Yani. Distro yang ada disamping Mcd, Mau ya?”
“iya dah gue, temenin. Emang mau ngapai cin?”
“jemput pesanan gue, minggu lalu gue mesen sesuatu ma itu orang, buat kado Ultah Cowok gue nanti.”
“Haa? Cowok? Gue gak salah dengar kan?”
“Iya cowok, cowok gue. Jelas gak?”
“Jelas.” Wajah andin, seperti wajah ikan muntal mendengar kalimat yang barusan diulang oleh aulia.
“Jangan kaget gitu lah cin, dari kemarin lu kaget-kaget mulu gue liat.”
“percaya gak percaya gue nya.”
“Percaya aja lah, ehehhehehe. Cowok cakep itu banyak lho sayang kan di anggurin.” Aulia, kembali tertawa dan senyuman-nya itu sangat indah tak salah jika dewa sangat mengagumi senyuman itu.
“ehehhehe, bisa aja lu.” Tiba-tiba saja jawaban andin jadi garing.
Karna andin, sedang memikirkan hati sahabat-nya dewa.
Bagaimana jika dewa tau? Kalau sebenar-nya wanita yang disukai-nya selama 3bulan ini ternyata sudah mempunya kekasih.
Dewa pasti kaget setengah mati atau mungkin dia tak akan percaya pada kata-kata ku. karna seperti yang gue dan dewa lihat tak pernah ada satu pun lelaki yang datang menjemput-nya saat dia pulang kuliah atau mengantarkan-nya kekampus pada pagi hari. Aulia selalu saja terlihat dengan teman-teman nya. Atau kalau tidak dia sendiri. Oh dewa, tabahkan hatimu kawand jika berita ini ku sampaikan. Sabarkhan hatimu, tabahkan hati dan keraskhan eek-mu.
*andin jorok yaaaaaaaaaaaa*
Eheheheehehehehh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar