Dia seseorang gadis yang berusia 21tahun, dengan penampilan nya yang tomboy dan jutek sekaligus cuek dia dipanggil boy, atau Neb-Neb.
Gadis ini dikenal sangat jutek dan cuek tapi bagi yang sudah menggenalnya pasti tau kalau gadis tomboy ini sangatlah baik tapi kadang juga nyebelin, bukan kadang sih tapi memang sangat menyebalkhan, tapi juga ada sisi nyenenginnya kok.
Dan ternyata dibalik ketomboyan nya dia mempunya hati yang lembut dia begitu menyayangi ibunya, neneknya, dan satu lagi kekasihnya
Dia jutek tapi itu gadis juga sangat sabar
Sabar dalam menjalanin kisah hidupnya yang tak indah seperti kebanyakhan nya.
Mungkin ini salah satu sebab kenapa dia begitu terlihat cuek
Dan kadang terlihat angkuh dalam hidupnya, karna dia iri pada kehidupan orang lain yang dapat merasa ketenangan dan kenyamanan didalam rumahnya masng-masing, tapi Walaupun dia terkadang iri dia tidak pernah sedikitpun bertidak kurang ajar, mengusik atau tidak sopan pada kehidupan orang lain, karna baginya itu adalah garis tangan masing-masing
Dan mungkin ini garis tangannya yang harus dijalaninnya.
Baginya kehidupan itu layaknya seperti bara, panas dan dapat melepuhkhan tangan yang menggengamnya, hidup ini tak mudah untuk dijalanin apalagi jika tak pernah bertemu dengan keindahan
Maka semakin sakitlah jantung bagai teriris seribu pedang cleopatra dan hanya air mata yang menemani saat keindahan itu kian menjauh dari kita.
Apakah kehidupan itu, selain dari banyaknya pertanyaan-pertanyaan dengan jawaban-jawaban yang amat sedikit? Apakah kehidupan itu, jika hanya dalam sekejap, saat tubuh kita didera kelainan, kita pada akhirnya hanya mampu menerima tanpa mampu berbuat apa-apa lagi? Apakah kehidupan itu, selain dari hanya dapat menerima apa saja yang terjadi karena ketak-mampuan akal untuk mengubah kelemahan daging kita sendiri? Apakah kehidupan itu sesungguhnya? Sementara di luar sana, orang-orang bergerak dalam langkah yang bergegas-gegas untuk mengejar segala cita-cita dan hasrat mereka, terperangkap dalam tubuh yang didera penyakit, kita terpaksa harus menerima segala sesuatu yang dilakukan terhadap tubuh ini sekedar hanya untuk memperpanjang nafas kita saja?
Maka pada saat ia tau bahwa dirinya didera penyakit
Sebuah kangker yang bersarang diotaknya dia
Berusaha tetap tegar walau kadang kerapuhan menyiksanya
Dia coba bertahan bahkan saat sakit itu datang berjam-jam lamanya, menyiksanya dia masih sanggup membuat senyum dibibirnya
Walau senyuman itu terlihat getir.
Dan dengan tertawa dia pernah berkata bahwa dia takkan takluk dengan penyakitnya.
Namun saat dirinya terbaring lemah, ku bertanya
Diakah gadis itu yang dulu begitu ceria
Apakah dia gadis itu yang dulu mengalami keceriaan dalam hidupnya walaupun kehidupannya tak indah
Tapi dibuatnya seindah mungkin dengan caranya sendiri
Hilang segalanya tawanya, cerianya, semangatnya saat ini juga saat dia terbaring lemah tanpa mampu berbuat apapun.
Hanya beberapa bulan saja ku dapat melihat ketegarannya
Saat dia tau penyakitnya dan saat ini kelemahannya yang kulihat. Tubuh itu lemah sangat lemah, terlihat sangat lemah, sesekali ku mendengarnya menggumam akh………
Dan pada akhirnya ku sadar semuanya tak dapat lagi dihentikhan. Semuanya berjalan sesuai proses alam yang terjadi. Dan waktu hampir tiba baginya. Karna pada akhirnya, toh, kita akan mengalamin proses yang sama. Semuanya akan menuju kesana akhir, usai. . . .
Kumelihat mata gadis itu terpejam, namun dari sela-sela kelopak mata itu, mata yang tertutup itu, ku melihat mengalir tetesan air bening dan lembut. Dan ku kembali mendengar gadis ini bergumam, akhhh, terdengar sangat berlahan.aku mengira gadis ini ingin berkata sesuatu, namun ternyata tak mampu lagi dia menyampaikhannya sendiri. Apakah yang sedang gadis ini rasakhan? Apa yang sedang dia fikirkhan? Dan apa yang ingin dia katakhan? Dunia berlahan-lahan meninggalkhannya. Tapi aku merasakhan dia masih sadar, sadar dalam ketak mampuannya menceritakhan keada’annya. Dimanakah fikirannya saat ini? Sementara aku berdiri disampingnya, menggenggam tangannya, berbisik ditelinganya, memanggil namanya, tapi dia tak lagi berada bersamaku, gadis ini semakin jauh dariku, kian jauh dan jauh……
Ea allah, Mengapa gadis ini begitu lemah?
Gadis, yang sangat kuat dan mampu melawan apa saja tanpa mau merasa kalah……
Gadis, yang begitu angkuh menjalani kehidupan yang kau ciptakhan dan tiba pada akhirnya hanya bisa pasrah terbaring lemah tanpa mampu berbuat apa-apa lagi…….
Aku bergetar menyaksikhan dan memandangi wajah gadis ini. Tubuh yang begitu licah dan gesit dalam melonjati setiap coba’an. Tubuh yang tegas dan tegar saat menerima akibat setiap hal yang dia lakukhan. Tapi mengapa saat ini yang tersisa hanya tubuh yang lemah dan tak berdaya, bahkan untuk menggerakhan tangannya saja dia sudah tak mampu lagi. Dimanakah dia saat ini? Dimana?
Diluar sana aku mendengar suara riuk pikuk, percakapan orang-orang yang mungkin ku kenal atau tidak ku kenal. Tapi diruangan ini, hanya ada kesunyian berdiam diri, mengambang diudara bersama bau obat dan Klikan alat penyambung jiwa. Pada akhirnya kita semua akan bergelut dengan diri sendiri, dan pada akhirnya kita semua akan sendiri menghadapi diri kita. Aku yang tengah berada disisi gadis ini, merasa terpencil. Jauh dan sendiri. Dalam hati ku bicara sendiri dan bertanya sendiri namun tak satupun kutemukhan jawaban untuk setiap pertanya’an ku itu.
Ku kembali menggengam tangan gadis ini
Berbisik lagi, berkata lagi, meminta lagi agar dia tetap tabah menerima akhir yang tiba. Dan ku mulai mengeser tubuhku beranjak dari sisinya. Ku melangkah sendiri meninggalkan ruangan ini, dan melepaskhan piyama khusus yang berwarna hijau ini dan mengatukhan nya lagi pada tempat semula,lalu keluar. Dunia terlihat tak berubah. Namun aku merasa sangat sendiri, sendiri tanpa gadis itu, tanpa senyuman angkuhnya, tanpa kata” tajamnya, tanpa keusilan nya, ea aku mutlak sendiri, hanya sendiri.
Semua Kisah Berawal Dari sebuah mimpi ... Ingin memiliki sebuah cinta it juga sebuah mimpi... Bertanyalah anda pada diri dan hati anda mimpi kah anda saat anda mengginginkhan sebuah cinta tanpa harus merasa luka karna berpisah... Dan bertanyalah anda pada jiwa anda Sudahkah Mimpi anda menjadi nyata saat jiwa anda segera menuju mati
Senin, 24 Oktober 2011
Rintihan Terakhir...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kaya prnah baca cerita ini..
BalasHapusHave u ever sent me dis to my inbox FB?